Ade Manansyah: Warga Tambora Tewas Karena Corona itu Hoax

oleh -
Img 20200404 115534

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – beredarnya kabar terkait seorang warga Jalan Tanah Sereal RT 005/09 Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat terindikasi virus Corona (Covid-19) hingga meninggal dunia itu hoax. Hal tersebut diungkapkan Ade Manansyah pengacara yang juga sebagai ketua bidang Polhukam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempita tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kecamatan Tambora, Sabtu (4/4/2020).

Dengan adanya berita tersebut yang beredar luas melalui Broadcast Whatsapp sangat meresahkan warga warga Tambora.

Ade Manansyah mengatakan, pihaknya tidak segan melaporkan tindakan atas penyebaran info yang belum tentu kebenarannya.

“Jika memang info tersebut tidak real atau nyata secara fakta kejadian, kita tidak segan melaporkan ke pihak yang berwajib, karena sudah meresahkan warga,” kata Ade.

Ade juga menjelaskan, dirinya sangat prihatin, dengan suasana seperti ini, masih saja ada orang yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan berita bohong (hoax) tentang penyebaran virus Corona.

“Berita hoax itu menyebut jika di lingkungan RT.005 RW.09 Kelurahan Tanah Sereal Kecamatan Tambora ada masyarakat yang terjangkit virus Covid-19 dan mengakibatkan meninggal dunia. Akibatnya berita yang beredar luas melalui Broadcast Whatsapp tersebut sangat meresahkan warga,” ujarnya.

Ade juga menerangkan, berdasarkan Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) disebutkan bahwa “Setiap Orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik”.

“Jika ditemukan adanya indikasi pelanggaran terhadap pasal tersebut, maka mereka dapat dikenakan sanksi sesuai dengan Pasal 45A ayat (1) UU ITE. Di dalam pasal itu disebutkan bahwa “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” pungkasnya.

(Fery)