Aksi Koboi Oknum Polisi di Cengkareng, IPW Desak Dihukum Mati

oleh -
img20210225091439

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Soroti aksi koboi oknum anggota Polisi di Cafe RM Cengkareng, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak dijatuhi hukuman mati dan Kapolres Jakarta Barat harus segera dicopot dari jabatannya.

“Ada dua alasan kenapa Kapolres Jakarta Barat harus dicopot. Pertama, sebagai penanggung jawab keamanan wilayah dia membiarkan ada kafe yang buka hingga pukul 04.00 WIB, padahal saat ini tengah pandemi Covid 19. Kedua, Kapolres kurang memperhatikan prilaku anak buahnya hingga terjadi peristiwa brutal, yang diduga dilakukan anak buahnya di wilayah hukumnya,” kata ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane saat memberikan siaran persnya, Kamis (25/2/2021).

Neta menjelaskan, aksi koboi oknum anggota Polsek Kalideres berinisial CS yang mengakibatkan 3 orang tewas dan 1 luka itu terjadi Kamis, 25 Februari 2021, sekira jam 04.30 WIB di RM Kafe RT 12 RW 04 Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Sedangkan ketiga korban tewas adalah, Sinurat Anggota TNI AD Keamanan RM kafe, Feri Saut Simanjuntak Bar Boy, Manik Kasir dan yang mengalami luka tembak Hutapea Manager RM Kafe Cengkareng.

“Dalam peristiwa penembakan itu ada tiga saksi, Rustam Effendi Bartender RM kafe, Samsul Bahri Keamanan RM kafe dan Yakub Malik Keamanan RM kafe,” ujarnya.

Neta juga menambahkan, aksi brutal ini berawal, saat pelaku datang sekira jam 02.00 WIB bersama temannya yang bernama Pegi dan langsung memesan minuman, karena kafe hendak tutup dan pelanggan lain sudah membubarkan diri lalu pelaku ditagih bill pembayaran minuman sebesar Rp3.335.000. Namun pelaku tidak mau membayar. Selanjutnya korban Sinurat selaku keamanan menegur pelaku dan terjadi cekcok mulut. Tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata api dan ditembakan kepada ketiga korban secara bergantian. Kemudian pelaku keluar kafe sambil menenteng senjata api ditangan kanannya dan dijemput temannya dengan menggunakan mobil. Namun saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Jakarta Barat Jakarta Barat.

“Aksi brutal polisi koboi ini sangat memprihatinkan. Sebab kasus tembak mati enam laskar FPI di Km 50 tol Cikampek saja belum beres, kini Polda Metro Jaya masih harus menghadapi kasus tembak mati tiga orang di Cengkareng. Parahnya lagi korban yang ditembak oknum polisi itu adalah anggota TNI. Untuk itu Polda Metro Jaya perlu bertindak cepat dan segera copot Kapolres Jakarta Barat yang bertanggungjawab terhadap keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut,” tutup Neta S Pane. (Budi Beler)