Aktivis Tambora Khawatir Generasi Milinial Terjebak di Prostitusi Online

oleh -
Img 20200613 065611

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Akibat dari pandemi dan sulitnya lapangan kerja, bisa membuat para generasi muda-mudi khususnya Jakarta bisa terjerumus ke lingkaran Prostitusi Online. Hal tersebut dikatakan Aktivis muda Tambora Pery Rian.

“Dampak dari pandemi, perusahaan banyak yang bangkrut dan gulung tikar sedangkan pengangguran korban PHK ditambah angka kelulusan sekolah, ini bisa menjadi masalah besar buat generasi muda-mudi kita,” kata Fery di ruang kerjanya, Jumat (12/6/2020).

Fery juga menjelaskan, betapa maraknya prostitusi online di salah satu aplikasi MiChat, dengan bebas menawarkan diri dengan harga yang sangat terjangkau.

“Buka aplikasi MiChat sudah banyak sekali di sekitar lingkungan kita yang menjajakan diri dari harga Rp 400 ribu sampai Rp 800 ribu, langsung bisa main, ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Fery juga prihatin dengan Aplikasi tersebut, sangat bebas dan jelas terang-terangan dengan jarak pengguna sekitar, ini contoh yang sangat buruk bagi anak-anak pengguna aplikasi tersebut.

“Dengan jarak 100 meter sampai 5 km, bisa bebas menjajakan diri dengan tarif yang murah,” tambahnya.

Fery berharap kepada para orang tua agar mengawasi kepada anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam prostitusi online.

“Orang tua harus lebih perhatian, awasi anak-anak kita, agar tidak terjerumus di prostitusi online, yang bisa merusak masa depanya,” pungkasnya. (Budi Beler)