APK3L Nilai Kelemahan Proteksi Dini Kebakaran Meningkat di Kabupaten Tangerang

oleh -
oleh
kabupaten tangerang
Ketua Asosiasi Praktisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Lingkungan (APK3L) Tangerang Raya, Nurharyanti (pakai rompi) saat diwawancarai wartawan disela-sela worshop indikator dini bahaya kebakaran di Hotel Qubika Sumarecon, Kabupaten Tangerang, Jumat (27/8/2022).

NASIONALNEWS.ID TANGERANG – Wilayah Kabupaten Tangerang tercatat jumlah kebakaran cukup tinggi. Dua tempat yang terbakar diantaranya pabrik yang memproduksi kimia, Asosiasi Praktisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Lingkungan (APK3L) menilai salah satu penyebab meningkatnya kebakaran tidak memiliki stiker retribusi kelayakan alat pemadam kebakaran.

Ketua APK3L Tangerang Raya, Nurharyanti mengatakan, bahwa terjadinya proses kebakaran bisa diakibatkan karena lemahnya proteksi dini yang dilakukan lembaga usaha atau tempat lainnya dan hampir setiap kebakaran yang terjadi tempat tersebut tidak memiliki stiker retribusi sebagai tanda kelayakan alat pemadam kebakaran.

“Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kebakaran, bisa karena faktor kelemahan proteksi dini bisa juga karena mereka tidak melaporkan pada BPBD di daerahnya. Di kabupaten Tangerang biasanya ada stiker, biasanya nanti diperiksa sesuai atau tidak,” kata Nur Haryanti dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Qubika Sumarecon Kabupaten Tangerang, Jumat (27/8/2022).

Menurutnya, di kabupaten Tangerang dalam kurun waktu Januari sampai dengan Agustus sudah terjadi 40 lebih kasus kebakaran dan jumlah tersebut tergolong jumlah yang cukup tinggi.

“Jumlah kebakaran yang terjadi dari Januari sampai Agustus di kabupaten Tangerang berjumlah lebih dari 40 kali itu tinggi banget,” ungkapnya.

Didasari dari tingginya angka kebakaran tersebut, lanjut Nurharyanti, APK3L melaksanakan workshop proteksi dini kebakaran dengan membuat indikator bahaya kebakaran sebagai upaya proteksi dini bagi lembaga usaha Tangerang Raya bersama Wahana Visi Indonesia (WVI), Humanitarian Forum Indonesia (HFI). APK3L berharap nantinya dapat menjadi regulasi atau peraturan Bupati (Perbup) bagi lembaga usaha sebagai proteksi dini terjadinya kebakaran bagi lembaga usaha di Kabupaten Tangerang.

“APK3L membuat indikator bahaya kebakaran dengan tujuan memproteksi sejak dini terjadinya kebakaran dan berharap nantinya bisa menjadi Perbup yang bisa menjadi rujukan pelaku usaha yang ada di Tangerang,” terangnya.

Nurharyanti berharap, setelah acara sosialisasi selesai 30 peserta workshop yang merupakan perwakilan lembaga usaha akan mensosialisasikan hasil workshop di perusahaan masing-masing.

“Selanjutnya akan dilakukan uji petik pada peserta yang mengikuti sosialisasi, apakah sudah mensosialisasikan hasil workshop atau belum terlihat dari indikator yang mereka terapkan dan Kabupaten Tangerang sebagai proyek percontohan,” ujarnya.

Dalam persoalan kebakaran tersebut APK3L mengaku tidak dapat bekerja sendiri, membutuhkan kerja sama dari semua pihak sehingga semua lembaga usaha yang ada di Kabupaten Tangerang kuat dalam menghadapi kebakaran.

”APK3L tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan permasalahan Kebakaran Untuk itu diharapkan peran serta dan semangat kerjasama dari seluruh komponen representatif perusahaan di Tangerang. Harapannya lembaga usaha di Tangerang Raya siap dan tangguh dalam menghadapi bencana kebakaran dan atau bencana lainnya,” tandasnya. (Yuyu)

No More Posts Available.

No more pages to load.