Bangun Pasar Poris Indah 2 Miliar, Dinas Indagkop UKM Abaikan K3

oleh -
Dinas Indagkop Kota Tangerang
Mandor CV. Wira Karya, Remon (kemeja putih) saat mengawasi pemasangan u-dtch untuk drainase Pasar Poris Indah.

NASIONALNESW.ID, KOTA TANGERANG – Pembangunan revitalisasi pasar rakyat Poris Indah di Kecamatan Cipondoh milik Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Indagkop UKM) Kota Tangerang tidak menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Para pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) K3 saat kegiatan pembangunan berlangsung.

CV Wira Karya pelaksana pembangunan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020 waktu pelaksanaan 60 hari kelender. Mengabaikan kewajiban perusahaan menerapkan K3 dalam memberikan perlindungan bagi kesehatan dan keselamatan kerja tenaga kerja, yaitu dengan cara mencegah terjadinya kecelakaan dan sakit akibat kerja.

Dinas Indagkop Kota Tangerang

Ketika dikonfirmasi, Mandor CV Wira Karya, Remon mengatakan, bahwa pekerja menggunakan K3 tetapi tidak semua, karena pekerja bandel disuruh pakai APD K3.

“Sebenarnya tidak boleh pak, waktu pertama pada make, itu helm banyak dikantor, ada yang make ada yang engga,” jelas Remon kepada Nasional News melalui telepon selularnya, Senin (21/12/20220).

Dinas Indagkop Ukm Kota Tangerang

Menurutnya, bahwa pada pemasangan u-ditch untuk drainase di tengah Pasar Poris Indah, para pekerja ada yang menggunakan sepatu boot dan ada yang tidak. Remon menjelaskan tetapi saat pengecoran pada pakai sepatu boot.

“Sepatu boot dan helm pada ada yang pake ada yang tidak, pada dicopotin. Kesehariannya make sepatu boot make takut kena paku kan dia, ,” terangnya.

Dinas Indagkop Ukm Kota Tangerang

Remon menjelaskan, bahwa sepatu boot banyak ada di kantor, pekerja ada yang pakai dan ada tidak, banyak yang bandel tidak mau pakai.

“Sepatu boot banyak tapi pada bandel, kalau di becek-becekan di lapangan suka make. mereka suka minta, tanyain aja anak-anak pada make,” imbuhnya.

Remon mengaku, bahwa sebanyak tiga karung diambil dan dibawa pulang dirinya karena tidak dipakai. Ia mengeluh, pekerja pada susah diberitahu untu memakai helm keselamatan.

“Sepatu boot berapa karung saya bawa pulang, ada berapa orang tuh berapa pasang, ada tiga karung. Cuma kalau helm pada susah, ada yang pakai ada yang digeletakin,” tandasnya. (SL)