Bupati Minta Tidak Ada Penolakan Pemakaman Korban Covid-19 di Blora

oleh -
Img 20200414 Wa0005

NASIONALNEWS.ID, BLORA – Bupati Blora Djoko Nugroho meminta kepada warga masyarakat Blora untuk tidak menolak pemakaman korban Covid-19. Hal itu disampaikan Bupati Blora pada jumpa pers laporan dan informasi terkini perkembangan dan situasi Covid-19, di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blora, Senin (13/4/2020).

“Covid-19 ini merupakan bencana non alam. Orang yang terkena tidak akan pernah tahu, dan mereka yang meninggal adalah termasuk syuhada. Ketika dimakamkan, tolong warga Blora tidak ada yang menolak,” ucap Bupati Blora.

Bupati mencontohkan kasus meninggalnya salah seorang perawat RS Karyadi Semarang yang pemakamannya ditolak oleh warga. Padahal, perawat itu telah menyelamatkan pasien Covid-19 dan banyak yang sembuh, tetapi dirinya justru kena hingga meninggal dunia.

“Jika itu seandainya ada, semoga tidak. Itu tidak boleh terjadi di kabupaten Blora. Punyalah hati nurani,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Blora mengatakan, jika nanti ada petugas kesehatan di Blora yang meninggal karena menangani Covid-19, akan dimakamkan dengan penuh kehormatan dan kebanggaan yaitu di taman makam pahlawan.

“Ini perlu saya sampaikan awal, semoga saja itu tidak ada dan tidak terjadi di Blora. Jika nanti ada petugas kesehatan yang meninggal karena menangani Covid-19, akan dimakamkan dengan penuh kehormatan dan kebanggaan yaitu di taman makam pahlawan,” jelasnya.

Sedangkan bagi masyarakat umum, jika meninggal akibat covid-19, akan dimakamkan di Polaman atau Blora utara.

“Saya minta warga Polaman dan sekitarnya, bisa memaklumi ini. Hanya saja kita tidak berharap ada korban Covid-19 di Blora. Semoga Allah melindungi kita semuanya,” katanya.

Bupati menyampaikan, berdasarkan update terakhir monitoring data Covid-19 Kabupaten Blora hingga pukul 10.48 WIB, Senin (12/4/2020). Jumlah Orang Dalam Pemantaun (ODP) 682, proses pemantauan 235 orang, selesai pemantauan 447 orang.

Selanjutnya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) total 5 orang. Pengawasan nol (tidak ada) dan selesai pengawasan 3 orang, meninggal 2 (1 orang Hasil Lab PCR belum keluar dan 1 orang dinyatakan negatif). Dengan demikian PDP di Blora hingga terkini dinyatakan tidak ada, termasuk yang terkonfirmasi positif Covid-19 juga tidak ada atau nihil.

Sedangkan jumlah pemudik sampai dengan pukul 21.00 WIB, Sabtu (11/4/2020) mencapai lebih dari 17.000 orang.

Dalam jumpa pers kali ini, Bupati Blora didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Lilik Hernanto dan Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora Bambang Soegiyatno mewakili Kepala Dinrumkimhub Blora, Pratikto Nugroho. (Hans)