Cegah Covid-19 Sekolah Libur Dua Minggu, Kapal Pesiar Dibatasi Berlabuh

oleh -
Img 20200314 Wa0025 1 768x768

NASIONALNEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen pimpin rapat terbatas di Gedung A Lantai 2 Kantor Gubernur, Sabtu Malam (14/03/2020). Rapat terbatas tersebut melibatkan forum pimpiman daerah dan seluruk kepala dinas, tiga hal penting yang dibahas dalam rapat terbatas itu, yakni kesehatan, pendidikan, ekonomi dan pariwisata.

Dalam rapat tersebut, pemerintah provinsi Jawa Jengah mengambil langkah strategi untuk menyeat penyebaran Virus Corona (Covid-19), dengan cara meliburkan kegiatan belajar mengajar disekolah dan pesntren dan membatasi akses berlabuhnya kapal pesiar.

Dari hasil rapat terbatas itu, disepakati bahwa untuk sektor pendidikan peserta didik akan disuruh belajar dirumah, mulai Senin (16/03/2020), terkecuali mereka yang sedang mengikuti ujian. Kesepakatan tersebut berlaku dari tingkat SD samapai SMA, SMK selama dua minggu.

“Yang tidak ujian, libur dua minggu dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, kegiatan belajar mengajar libur, diganti (KBM) online. Yang ujian, di luar wilayah Solo masih ujian,” ujar Ganjar.

Kebijakan itu diambil gubernur untuk meminimalisasi potensi kontak banyak orang, yang dapat berisiko tertular. Sementara, khusus wilayah Solo Raya seluruh aktivitas belajar mengajar dan ujian ditangguhkan. Namun, jika kemudian ada deteksi yang menunjukan adanya suspect positif Corona di luar Solo, penangguhan ujian bisa saja diperluas.

“Cuma, terkait beberapa pasien yang dirawat, kalau tracking itu menemukan, bukan tidak mungkin kita akan liburkan (penangguhan ujian). Kita dinamis bergerak,” imbuh orang nomor satu di Jawa Tengah ini.

Terkait jenjang perguruan tinggi, Ganjar menyebut belum ada putusan lebih lanjut. Dia masih akan bicara dengan rektor, apakah pemberlakuan libur perkuliahan dapat diganti dengan daring (online).

Skema tersebut, juga akan berlaku pada pendidikan pesantren. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyebut, akan mengumpulkan pengasuh pondok pesantren.

“Biasanya pesantren akan meliburkan saat ramadan. Insya Allah akan kita minta ajukan ujian akhir tahun dan liburannya dipercepat. Senin atau Selasa akan kita kumpulkan pengurus pesantren, bermusyawarah untuk segera diliburkan,” paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri mengatakan, opsi untuk menunda ujian dan menyelenggaraka KBM secara daring sudah dikonsultasikan dengan Kemendikbud. Pihak kementerian pun sudah memberikan lampu hijau.

Ia menyebut, total siswa jenjang TK hingga pendidikan menengah ada 6,6 juta orang. Pada tahun ini, yang akan melaksanakan ujian sebanyak 944.819 siswa.

“Protokol sudah kami lakukan dengan instruksi untuk menunda kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, seperti rapat, kunjungan industri, study tour. Kita juga mengimbau sekolah menyediakan sarana cuci tangan, menggalakan unit kesehatan sekolah, dan sebagainya,” terang Jumeri.

Dampak Wisata dan Ekonomi

Terkait pariwisata, Gubernur Ganjar langsung memutuskan tidak memberi izin bagi kapal-kapal pesiar yang ingin berlabuh di Semarang. Ia mengakui banyak mendapat kritik, karena dianggap membiarkan bersandarnya  kapal pesiar MV Columbus yang membawa ribuan turis.

Menurutnya, izin tersebut merupakan kewenangan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan, otoritas pelabuhan, bea cukai, sesuai prosedur kesehatan. Terhadap penumpang sudah dilakukan screening dengan ketat dan dipastikan tak terjangkit Corona.

“Itu sebelum kondisi gawat seperti ini. Tadi disampaikan ada jadwal kedatangan 24 kapal pesiar lagi sampai akhir tahun. Maka saya sampaikan untuk tidak diizinkan ke sini, supaya bisa reroute kembali ke tujuan asal,” tegas Ganjar.

Di bidang ekonomi gubernur meminta jajarannya melaporkan terkait adanya gangguan pada rantai distribusi bahan baku. Ia juga menyoroti beberapa pengusaha hotel yang mengeluhkan sepinya hunian.

“Dengan DPRD menyiapkan skenario penganggaran, persiapan perubahan atau mendahului anggaran,” tuturnya.

Disinggung mengenai update kasus Corona, Ganjar menyampaikan, hingga Sabtu malam sudah ada 50 orang terduga. Dua orang dinyatakan positif, satu di antaranya meninggal dunia.

“Kita siapkan pendataan alat yang sulit dicari seperti alat pelindung diri, masker, alkohol, kita juga bicara dengan pusat agar itu bisa dipenuhi,” paparnya.

Terkait penggunaan laboratorium daerah untuk mendeteksi paparan Corona, Ganjar menyebut telah ada lampu hijau, dari Kementrian Kesehatan. Untuk Jateng, pihaknya telah bekerjasama dengan Balai Besar Teknologi Kesehatan Lingkungan Yogyakarta. (Junaedi)