Danrem 044/Gapo Pimpin Rapat Penanggulangan Karhutla

oleh -
Img 20200709 Wa0066

NASIONALNEWS.ID, PALEMBANG – Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji SIP SSos, memimpin rapat penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), di Ruang Rapat BPBD Provinsi Sumsel Jalan Gubernur H Asnawi Mangku Alam Kecamatan Sukarami Palembang, Kamis (9/7/2020).

Rapat tersebut dihadiri, Lo BNPB Udara Marsma TNI (Purn) Emmanuel Sugiharto, Lo BNPB Darat Brigjen TNI (Purn) Antoni Simamora, Kasiopsrem 044/Gapo Kolonel Inf Ari Sudarsono, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumsel Iriansyah, Kepala Biro Ops Polda Sumsel Kombes Pol Drs DjiHartono, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Pandji Thajanto dan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel diwakili Zulkipli.

Kemudian, dihadiri juga Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel,  Kepala Satuan Pol PP Provinsi Sumsel dan para stakeholder lainya.

Dalam paparannya, Danrem 044/Gapo menyampaikan, bahwa kita kembali Koordinasi rapat Karhutla tingkat Provinsi dengan Subsatgas Darat dan Udara. Untuk Satgas Udara, sudah menjalankan patroli udara dan sudah ada beberapa titik api yang ditemukan.

“Setiap hari saya selalu memantau memantau dari satelit, hasilnya ada beberapa hotspot kebakaran dan saya memerintahkan Babinsa untuk mengecek ke lapangan. Hasilnya, ada beberapa yang mengadakan pembakaran,” jelas Danrem.

Lanjut Danrem, stake holder gabungan berperan dalam Canal Blocking dan CSR dengan fokus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kemudian, berbagi sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk bantuan masyarakat dan serius dengan program desa peduli api, perbanyak menara pantau api, serta kesiapsiagaan personel Satgas Karhutla milik perusahaan.

“Selain itu, tidak hanya fokus pada lahan usaha perusahaan, tapi juga lahan yang ada di sekitar perusahaan dan perbanyak jumlah sumur bor sebagai antisipasi kekeringan, serta sebagai cadangan air khususnya dititik rawan terjadinya Karhutla,” terang Danrem.

“Kita harus mempertanggung jawabkan struktur Satgas yang sudah di buat dari Gubernur Provinsi Sumsel terkait permasalahan Karhutla ini,” pungkas Danrem. (Herry Eddy)