Dinilai Jadi Beban APBD, LSM GP2B Minta PT TNG Dibubarkan

oleh -
Stadion Benteng
Ketua LSM GP2B Umar Atmaja, yang juga merupakan aktivis Kota Tangerang.

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Dinilai hanya menjadi beban APBD sejak berdiri, PT Tangerang Nusantara Global (PT TNG) sebagai perusahaan plat merah milik Pemerintah Kota Tangerang kembali menjadi sorotan dan diminta untuk dibubarkan.

Hal tersebut diungkapkan Umar Atmaja Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Pemuda Peduli Bangsa (GP2B) lantaran kinerja selama berdiri tidak ada perubahan.

“Jika kinerja dan produktifitas PT TNG tidak ada perubahan singnifikan, sebaiknya dibubarkan saja, dari pada hanya menjadi beban APBD Kota Tangerang,” ujar Umar, Sabtu (10/10/2020).

Pasalnya, berdasarkan laporan keuangan PT TNG Tahun 2018 diketahui bahwa posisi modal pada tanggal 31 Desember 2018 terdapat akumulasi rugi sebesar Rp2.644.889.637.

Bahkan akibat dari kerugian tersebut lanjut Umar, Walikota Tangerang mencopot Direktur Utama PT TNG Nanang Hernawan digantikan Edi Chandra pada Agustus 2019 lalu serta mendapat penambahan penyertaan modal.

“Pergantian Direktur dan penambahan penyertaan modal bukan menjadi solusi terbaik untuk PT TNG, seharusnya pemerintah Kota Tangerang melakukan evaluasi dan audit atas adanya akumulasi kerugian,” bebernya.

Hal itu perlu dilakukan kata Umar, untuk menghindari keakuratan data laporan dari penyalahgunaan keuangan perusahaan yang mungkin saja dilakukan oleh oknum di PT TNG yang mengarah pada unsur tindak pidana korupsi.

“Masyarakat Kota tangerang berharap, dibentuknya PT TNG dapat menggali dan meningkatkan penambahan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor yang dijalankan dan membuka kesempatan kerja untuk masyarakat, bukannya malah untuk menghabiskan anggaran yang sudah ada,” tegasnya.

Umar berharap agar pemerintah Kota Tangerang lebih maksimal dalam melakukan fungsi pengawasan dan pembinaan kepada PT TNG.

“Jangan sampai pembentukan dan keberadaan PT. TNG hanya menjadi beban dan benalu pemerintah tanpa mampu memberikan kontrubusi/deviden hasil kepada pemerintah Kota Tangerang dan tidak bermanfaat untuk masyarakat, sudah sangat layak PT TNG dibubarkan,” pintanya.

Bahkan saat ditanya apabila PT TNG kembali mengalami kerugian, Umar dengan tegas akan mendorong pihak legislatif menggunakan hak interpelasi kepada Walikota tangerang atas kondisi yang terjadi di PT TNG untuk dibubarkan

“Kalau setiap tahun mengalami kerugian, pasti ada hal yang salah dalam pembentukan dan manajemen PT. TNG. Kita harus terus awasi kinerjanya,” kata pria yang juga dikenal sebagai salah satu Aktivis di Kota Tangerang ini.

Ia juga meminta kepada pemerintah kota Tangerang agar PT TNG lebih transparan lagi kepada publik terkait informasi atas kinerja dan laporan keuangan.

“Jangan ditutup-tutupi, ini era keterbukaan”. tandasnya.

Untuk diketahui, PT Tangerang Nusantara Global (PT TNG) dibentuk pada tanggal 27 Desember 2016 berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tangerang nomor 10 Tahun 2016. Pada tahun 2018, PT TNG diberikan penyertaan modal sebesar Rp 5.000.000.000, (Lima Milyar Rupiah) berupa uang tunai didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2018 Tanggal 30 Januari tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah. Dan pada tahun anggaran 2019 Pemerintah kota tangerang menggelontorkan penyertaan modal untuk BUMD sekirat 15 milyar. (Iwan)