Dituding Pakai Daging Babi Penanggung Jawab Pabrik Bakso CV.JPI Pasang Badan

oleh -

Nasional News.ID Kota Tangerang – Dituding menggunakan daging babi dalam produksi pembuatan bakso, penanggung jawab CV.Jaya Prima Indonesia (JPI) pasang badan sangkal tudingan tersebut, berdasarkan laporan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, melakukan inspeksi mendadak atau sidak di CV. JPI

Penanggung jawab pabrik CV.JPI Apsal mengaku siap pasang badan tudingan penggunaan daging babi dalam produksi pembuatan bakso di CV JPI jika terbukti bakso tersebut menggunakan daging babi.

“Tidak ada daging babi, saya siap pasang badan jika memang ada daging babinya,” tegas Apsal.

yyu
Dalam sidak yang dilaksanakan pada selasa (22/6/2023) ,Komisi 1 DPRD Kota Tangerang menemukan beberapa pelanggaran, prihal ijin bangunan dan tempat produksi yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Tangerang, Junaidi mengatakan, awalnya sidak tersebut adanya laporan tentang penggunaan daging dalam produksi baksonya.

“Awalnya ada laporan penggunaan daging babi pada produksi bakso tersebut. Namun, penanggung jawab pabrik tersebut menyatakan tidak ada dan siap pasang badan, tapi banyak ditemukan tidak sesuai prosedur,” ujar Junaidi usai melakukan sidak.

Terkait pelanggaran dimaksud, kata dia, ijin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) belum ada dan hanya dapat menunjukan NIB saja.

“Ijin PBG belum ada, ijin operasionalnya juga tidak ada, bosnya berada di luar kota. Dia tidak bisa menunjukan PBG tapi hanya NIB saja, maka kita berikan waktu tiga hari untuk menunjukan” jelasnya.

Selain itu juga, lebel kadaluarsa juga tidak sesuai dengan ketentuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Tadi juga lebel masa berlakunya juga tidak sesuai dengan peraturan BPOM dan butuh perbaikan tidak boleh seperti itu, agar masyarakat juga tahu masa kadaluarsanya,” ungkapnya.

Lebih dalam ia mengatakan, jika memang pemilik tidak dapat menunjukan dokumen PBG tersebut, maka dengan terpaksa harus ditutup atau segel.

yuy

“Kita masih mempertimbangkan, karena pekerjanya banyak orang sekitar, tapi jika tidak dapat menunjukan terpaksa kami perintahkan Satpol PP untuk menutup,” tegasnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Santrian di Kesling dan Pengamanan Pangan  Dinkes Kota Tangerang, Eko Handoyo mengatakan, bahwa pada kemasan tersebut tanggal produksi dan expirednya tidak sesuai dengan posisinya.

“Tadi kita temukan pada kemasannya tanggal produksi dan masa expirednya  tidak sesuai pada tempatnya,” jelas Eko.

Ia menambahkan, untuk ijin edarnya sudah benar dan berlaku hingga tahun 2025 dan terdaftar di BPOM.

“Ijin edarnya sudah benar dan terdaftar di BPOM hingga tahun 2025,” katanya.

Sekedar diketahui, pada sidak itu, petugas Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengambil beberapa sampel bahan mentah dan yang sudah jadi dari pabrik tersebut untuk dilakukan pengecekan. (Yuyu)

No More Posts Available.

No more pages to load.