Harga Pupuk Selangit, Petani Tambak Lamongan Menjerit

oleh -
Img20200206100247

NASIONALNEWS.ID, LAMONGAN – Ribuan petani tambak Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi menuntut harga pupuk yang dirasakan begitu langka dan mahal. Aksi berjalan kaki dari depan Gedung Olahraga Jalan Basuki Rachmat dan menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) lalu dilanjutkan ke Kantor Bupati Kabupaten Lamongan, Kamis (6/2/2020).

Adapun tuntutan mereka langkanya pupuk dan mahalnya pupuk yang membuat petani tambak menjerit. Petani tambak dari Desa Meduran Kecamatan Pucuk, Momo mengatakan, demonstrasi yang dilakukan rekan rekan petani tambak Lamongan ini menuntut langkahnya pupuk dan disamping itu harganya begitu mahal.

“Harga pupuk yang bisanya harga cuma Rp 100, an sekarang menjadi Rp 300.000 and ini jelas sangat mencekik petani,” ujar Momo kepada Nasional News.

Ia mengatakan, sebelumnya petani mendapatkan subsidi, namun setelah mendengar subsidi akan dicabut harga pupuk menjadi mahal dan sangat memberatkan petani.

Img20200206101930

Sementara petani tambak dari Kecamatan Turi, Sumedi menambahkan, pupuk di daerah begitu sulit dan harganya mahal.

“Biasanya saya mendapatkan harga murah sekarang begitu mahal dan susah didapat, membeli pupuk tidak seperti dulu, sudah dua bulan ini saya rasakan sulit membeli pupuk,” jelasnya

Sumedi berharap harga pupuk tetap stabil seperti dulu, karena kalau harga masih mahal maka petani terancam merugi dan tidak bisa bertani lagi.

“Segera mungkin di kembalikan seperti semula harga pupuknya dan jangan sampai langkah, karena kami petani benar-benar sangat membutuhkan,” pungkasnya. (BB)