Janur Persoalkan Pabrik Oppo Data 35% Tenaga Kerja Lokal Asal Kota Tangerang

oleh -
oleh
oppo tangerang

NASIONALNEWS.ID KOTA TANGERANG – Aktivis Jaringan Nurani Rakyat (Janur) pertanyakan data tenaga kerja lokal di Pabrik Samrtphone Oppo yang berada di Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Hal itu diungkapkan merespon pemberitaan di beberapa media online, bahwa Pabrik Baru Oppo menerap 35% tenaga kerja lokal asal Kota Tangerang.

Koordinator Janur, Ade Yunus mengatakan, bahwa di dalam berita tersebut, Pabrik Oppo tidak merincikan 35% tenaga kerja asal Kota Tangerang.

“Bila OPPO berani memunculkan angka 35% tenaga kerja asal Kota Tangerang, minta disampaikan dan dibeberkan juga dong datanya , sekecamatan Periuk ada berapa yang diterima? lalu Kecamatan Karawaci Berapa? dan seterusnya, agar tidak ada persepsi asal jeplak munculin angka presentasi,” kata Ade kepada NasionalNews.id melalui telepon selularnya, Jumat (30/1/2022).

Ade menerangkan, bahwa dirinya mendukung sepenuhnya Investasi yang berwawasan lingkungan dan investasi yang berkontribusi secara berkelanjutan di Kota Tangerang.

“Oleh karenanya kami mengapresiasi Oppo Indonesia berkenan mengembangkan Investasi di Kota Kami Kota Tangerang,” ucapnya.

Baca Juga : Ingkar Berdayakan Tenaga Kerja Lokal, Pabrik Oppo Didemo Massa

Ade menjelaskan, Pemerintahan Kota Tangerang telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang Nomor 5 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, dimana pada Pasal 26 berbunyi, “Dalam Penanganan pengangguran dan rekrutmen tenaga kerja, perusahaan terlebih dahulu memberikan kesempatan terhadap tenaga kerja lokal, sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan”.

“Pada Perda nomor 5 tahun 2022 tidak menyebutkan ketentuan angka 40%, namun menegaskan tentang awareness perusahaan terhadap memberikan kesempatan terhadap tenaga kerja lokal ,” terangnya.

Menurutnya, permintaan 40% dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang, itu adalah rekomendasi yang wajar disampaikan dalam setiap sidang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) PT Bright Mobile Telecommunication (BMT) dan perlu diingat sidang AMDAL PT BMT sebelum ditetapkan Perda Kota Tangerang Nomor 5 Tahun 2022.

“Hal yang lumrah pula bila ada nota kesepahaman sebelum penetapan AMDAL antara perusahaan dengan masyarakat sekitar, yang diwakili Pengurus RW setempat yang salah satu pointnya adalah terkait Ketenagakerjaan, dan tentu harus dihormati secara hukum karna kesepakatan tersebut dibubuhi tanda tangan diatas Materai,” jelasnya.

Agar tidak berlarut adu argumentasi di Media, Ade berharap, perwakilan PT BMT atau Oppo Indonesia untuk berdialog secara terbuka, terkait komitmen rekrutmen ketenagakerjaan dan kepatuhan terhadap Perda Kota Tangerang Nomor 5 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

“Bila tidak dibuka ruang dialog dan diskusi tersebut, maka kami akan kembali menggelar diskusi didepan pintu gerbang pabrik Oppo di Periuk Jaya Kecamatan Periuk, sekaligus membantu sosialisasi Perda Kota Tangerang nomor 5 tahun 2022,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.