Jelang Unras, Dishub Jakbar Kerahkan 168 Personil, Kendalikan Arus Lalin

oleh -
Img 20201013 130219

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Kasudinhub Jakarta Barat mengerahkan jajarannya sebanyak 168 personel untuk bersiaga dalam pengaturan, pengaman dan pengendalian arus lalu lintas pada sejumlah titik-titik persimpangan jalan untuk meminimalisir kemacetan jalan saat aksi unjuk rasa UU Cipta Kerja.

Kasidalops Sudinhub Jak-Bar M Wildan Anwar mengatakan, sesuai arahan pimpinan tanpa mengindahkan Protokol Kesehatan di masa PSBB Transisi ini penerapan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) tetap harus dijunjung tinggi para personel dalam rangka pengaturan arus lalu lintas Aksi Unjuk Rasa.

“Kami menyiagakan ratusan personel di lapangan untuk mengatur arus lalu lintas, dan petugas ini akan dibagi menjadi dua shift jaga yakni pagi dan sore,” kata Kasie Dalops Sudinhub Jak-Bar, Muhammad Wildan Anwar di Jalan Daan Mogot Raya, Selasa (13/10/20).

Jajaran Dishub bekerjasama dengan pihak kepolisian dan TNI berkolaborasi menata arus lalu lintas pengunjuk rasa menuju ke arah yang di tuju, dan tetap mengatur kendaraan bermotor agar kondisinya tetap lancar.

Wildan mengatakan, berdasarkan hasil informasi yang ada aksi unjuk rasa akan berlangsung selama tiga hari kedepan dan 11 titik lokasi persimpangan jalan akan ditempatkan anggota untuk mengatur lalu lintas para pengunjuk rasa.

“Dishub dan kepolisian serta pihak TNI akan selalu berkoordinasi dan situasional agar para pengunjuk rasa sampai di tempat yang di tuju dan sebaliknya, serta di harapkan aksi unjuk rasa dapat berjalan damai dan lancar,” ungkapnya.

“Titik lokasi pengaturan lalu lintas yakni Perbatasan Jakarta-Tangerang Batu Ceper, Persimpangan Pos Pol Lantas Jalan Daan Mogot Kalideres, Simpang Cengkareng, Pesing Indosiar, Traffic Light Grogol, Kolong Tomang, Traffic light Palmerah, Traffic Light Slipi, Pintu 10 Gelora Bung Karno, Traffic Light Hotel Mulia dan Simpang Landogi,” tambahnya.

Petugas yang berjaga di lokasi akan berdampingan dengan TNI dan Polri, anggota Dishub dibagi menjadi dua shift plotingan, shift pertama Jam 06.00 WIB-14.00 WIB, shift kedua jam 14.00 WIB sampai selesai.

Sejumlah persimpang jalan menuju titik lokasi yang di tuju para pengunjuk rasa, akan dilakukan penutupan jalan secara urgensi jika volume unjuk rasa sangat besar guna mencegah simpang siur arus lalu lintas dengan pengguna jalan lainnya sehingga dilakukan upaya penutupan jalan setempat secara sementara.

“Dalam aksi unjuk rasa ini diharapkan juga para pengguna jalan lain bisa mencari jalan alternatif lainnya dikarenakan ada persimpangan yang akan ditutup walaupun sifatnya hanya sementara untuk mensterilkan aktivitas lalu lintas kendaraan bermotor,” tandasnya.