Kasus Narkoba dan Koboi, IPW: Polri Perlu Evaluasi Biar Tidak Terulang

oleh -
img 20210224 112739

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Persoalan aktual yang dihadapi Polri dan kapolri saat ini ada dua, yakni polisi terlibat narkoba dan polisi koboi yang main tembak. Kedua kasus ini perlu dievaluasi dan dianalisa para pimpinan kepolisian agar tidak terulang. Bagi IPW ada sejumlah langkah yang perlu dilakukan polri. Antara lain,

1. Kasus polisi terlibat narkoba dan polisi koboi selalu berulang. Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan berjenjang dari pimpinan atas hingga pimpinan terbawa tidak berjalan maksimal di Polri. Dengan tidak maksimalnya pengawasan para atasan, anak buah di bawah pun bersikap semau gue. Sistem pengawasan internal ini yang perlu ditata dan diterapkan secara konsisten agar sikap, prilaku dan kinerja jajaran kepolisian tidak melenceng tapi bisa berjalan presisi.

2. Sistem pendidikan di kepolisian sebenarnya sudah cukup baik, yang diperlukan adalah kepedulian atasan untuk membimbing dan mengontrol anak buahnya.

3. Tingkat stres aparatur kepolisian memang lebih tinggi dari PNS maupun TNI, terutama di kota besar. Selain harus bersiaga 24 jam mengantisipasi situasi Kamtibmas, terkadang mereka tak jarang harus mengatasi target dan ambisi atasan yang selalu ingin mendapatkan pencitraan agar karirnya ngambang terus.

4. Sistem penggunaan senjata memang perlu diperbaiki. Misalnya ketentuan psikotes setiap enam bulan bagi anggota polri pemegang senjata harus konsisten dilakukan dan pengawasan maksimal terhadap aparatur kepolisian yang terindikasi melenceng perlu konsisten dilakukan.

5. Sebenarnya tidak ada kebijakan khusus yang harus dibuat kapolri untuk mengatasi semua ini karena ketentuan-ketentuan itu sudah menjadi SOP dan sudah ada dalam berbagai ketentuan dan secara teori semua sudah cukup komperhensif. Tapi pelaksanaannya tidak konsisten dan kepedulian masing masing atasan selalu melemah.

“Saya kira yang perlu dilakukan adalah komitmen untuk konsisten menjalankan semua konsep yang ada dan konsisten menjalankan fungsi pengawasan. Kapolri harus mampu memilih para Kapolres yang peduli dan konsisten mengawasi sikap, prilaku, dan kinerja bawahannya. Selalu ada evalusi terutama terhadap personil yang sudah menunjukkan tanda tanda aneh. Para kapolres yang tidak peduli pada anak buahnya dan tidak mampu mengawasi sikap, prilaku, dan kinerja bawahannya harus segera di copot dari jabatannya, sebelum anak buah berulah dan menjadi monster bagi masyarakat,” tutup ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane saat memberikan siaran persnya, Jumat (26/7/2021). (Budi Beler)

No More Posts Available.

No more pages to load.