Kebakaran di Semanan 105 KK Kehilangan Tempat Tinggal

oleh -927 views

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Sebanyak 105 KK diperkirakan lebih kurang 500 jiwa kehilangan tempat tinggal. Akibat kebakaran yang melanda rumah semi permanen di RT 10 RW 01 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat (28/8/2019) siang.

Sementara korban kebakaran saat ini ditampung di tenda-tenda bantuan dari Dinas Sosial dan juga Kelurahan Semanan. Hingga pukul 19.30 WIB tanpak bantuan makan nasi kotak, Selimut dari Dinsos dan Kelurahan juga banyak warga memberikan bantuan berupa pakaian bekas.

Ketua RW 01 Kelurahan Semanan, Ichsan mengatakan, diduga kebakaran tersebut disebabkan oleh aliran arus pendek listrik dan api semakin membesar karena terpaan angin kencang. Pemadaman agak terhambat karena lokasi kebakaran terlalu sulit untuk dijangkau oleh petugas damkar.

“Untuk kerugian warga sampai saat ini  belum terhitung namun ada beberapa unit motor yang ikut terbakar,” ucapnya.

Ichsan menambahkan, memang sebagian warga rata-rata pekerjaanya bertani dan buruh cuci gosok di komplek, jadi rumah tinggalnya kalau siang banyak yang kosong tinggal anak-anak.

“Untuk korban Alhamdulillah tidak ada, hanya ada beberapa luka ringan, ada yang terkena kayu juga beling pecahan kaca,” imbuhnya.

Sementara Camat Kalideres, Naman Setiawan menjelaskan, dirinya sudah berkoordinasi ke Dinas Sosial, Kesehatan Lingkungan Hidup juga Palyja dan koordinasi ini sudah di TL, salah satunya tenda pengungsi serta makanan bok sudah ada, tinggal PJU sebentar lagi, lainya masih koordinasi seperti toilet dan air bersih.

“Untuk korban kebakaran sudah kita data dan sudah kita siapkan tiga tenda, dua dari Dinsos satu milik Kelurahan Semanan,” ujarnya.

Naman juga menjelaskan, perihal lahan yang ditempati warga hingga terjadi kebakaran, adalah milik perorangan bukan milik Pemda, mereka menyewa dan membangun sendiri dan tidak permanen. mereka hampir semua pendatang dan sudah ber KTP DKI.

“Untuk sementara mereka tinggal ditenda, kalau pun mereka mau membangun lagi itu tidak masalah,” jelasnya.

Menyikapi masalah lahan tersebut akan digusur, Naman menambahkan, itu masih lama walaupun itu termasuk di peruntukkan jalur hijau.

“Selama itu tidak permanen ya enggak masalah, kan itu milik perorangan,” pungkasnya. (Budi B)