Kemenag Pamekasan Masih Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Secara Normal

oleh -
img 20210522 wa0018
Afandi, Kepala Kemenag Kabupaten Pamekasan

NASIONALNEWS.ID, PAMEKASAN – Pada tahun ajaran baru 2021-2022, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur sedang mempertimbangkan sekolah di bawah naungan Kemenag Pamekasan untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka secara normal.

Hal ini dilakukan karena sebelumnya pembelajaran tatap muka masih menggunakan sistem sift, sehingga tahun ajaran baru ini dapat bertatap muka secara normal.

Kepala Kemenag Pamekasan, Afandi mengatakan, bahwa pembelajaran tatap muka itu sudah disesuaikan dengan SKB empat menteri, yakni Mendikbud, Menag, Mendagri dan Menkes.

“Hal itu Berdasarkan SE Menteri Agama nomor 6 tahun 2021 kemarin itu, juga SKB 4 menteri. Itu kita sosialisasikan ke bawah. Tatap muka sudah dilakukan meski terbatas,” katanya, Sabtu (22/05/2021).

Afandi yang akrab disapa Cak Fandi ini mengatakan, pihaknya juga berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan agar kebijakan yang diambil satu arah dan tidak ada perbedaan.

“Kita juga koordinasi dengan Dinas Pendidikan agar kita sama-sama. Sehingga tidak ada anggapan di masyarakat, kita itu tidak satu langkah,” tutur eks Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan tersebut.

Dengan demikian, Kemenag akan mempertimbangkan sistem pembelajaran tatap muka secara normal, apakah masih 50% atau tatap muka secara normal.

Saat ini, pihaknya terus memantau perkembangan sebaran dan penanganan Covid-19 dari Satgas Kabupaten. Sementara saat ini, Kabupaten Pamekasan sudah masuk zona hijau.

Kendati demikian, dalam sistem pembelajaran tatap muka yang sudah dijalankan oleh lembaga di bawah Kemenag dengan tetap diwajibkan mematuhi 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Sekolah juga diwajibkan menyediakan tempat cuci tangan dan seluruh siswa memakai masker.

Pihaknya juga berharap agar pandemi Covid 19 ini segera berakhir, sehingga pembelajaran di seluruh sekolah di bawah naungan Kemenag Pamekasan yang jumlahnya mencapai 380 lembaga itu bisa berjalan dengan normal.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memposting di akun instagramnya (@khofifah.ip) mengenai kebijakan sistem pembelajaran tatap muka di seluruh sekolah di Provinsi yang dipimpinnya itu.

“Sesuai SKB empat menteri, yaitu Mendikbud, Menag, Mendagri dan Menkes tanggal 30 Maret 2021 Insyaa Allah pembelajaran tatap muka langsung dimulai bertahap tanggal 5 Juli 2021. Tetapi masih hybrid learning karena kapasitas maksimal diisi lima puluh persen,” tulis Khofifah..

Lanjutnya, bagi yang masih khawatir atas keamanan putera puterinya jika masuk sekolah, dapat menyampaikan surat ke sekolah masing-masing. Saat ini Satgas Covid-19 di sekolah terus dikuatkan.

“Masa belajar maksimal 4 jam, istirahat 15 menit dengan membawa bekal dari rumah. Pemprov telah koordinasi dengan Bupati/Walikota se-Jatim serta MKKS/SMK/SLB. Mohon doa semoga lancar dan sukses,” tukasnya.

Reporter: Kholisin

No More Posts Available.

No more pages to load.