KLB Virus Corona, FSP RTMM-SPSI Tunda Unras Omnibus Law

oleh -
Fsp Rtmm Spsi

NASIONALNEWS.ID, SERANG  – Sejak ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Corona atau Covid-19, Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP RTMM-SPSI), menunda unjuk rasa (Unras) atas penolakan Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Penundaan unras tersebut berdasarkan hasil rapat PP FSP RTMM-SPSI pada 17 Maret 2020, karena dianggap terlalu beresiko dalam tanggung jawab, status KLB Virus Corona yang situasinya dalam masa pencegahan Covid 19.

Ketua PD FSP RTMM-SPSI, Yayan Sopyan mengatakan, begitu tingginya dukungan dan motivasi segenap struktur jajaran serikat dalam menolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang dirasa sangat merugikan, namun ia menyadari menjaga kesehatan amatlah penting.

Fsp Rtmm Spsi
Ketua PD FSP RTMM-SPSI, Yayan Sopyan

“Untuk Unras yang akan dilaksanakan 18 Maret 2020 hari ini, kita putuskan untuk diundur. Karena kita sadar dan harus mendukung kebijakan pemerintah untuk melaksanakan Social Distancing,” ujar Yayan di kantornya.

Menurutnya, hal yang membuat Unras diundur dirasa lebih penting, mengingat pemerintah daerah maupun pusat sudah merekomendasikan untuk tidak bepergian, jika tidak perlu dan menjauhi keramaian atas wabah virus corona.

“Ini sudah matang kita perhitungkan untuk menunda unras, Kita melihat sisi baiknya dan kita tidak mau menanggung resiko atas apa yang akan terjadi nanti. Jadi Unras kita tunda sampai waktu yang belum bisa kita tentukan, tetapi mesti unras ditunda hari ini pamasangan spanduk bentuk penolakan Omnibus law sudah terpasang di depan gedung DPR RI,” tandasnya. (yuyu)