LSM GP2B: Proyek Water Way Kebanggaan Walikota Tangerang Terancam Gagal

oleh -
LSM GP2B
Foto: Umar Atmaja Ketua LSM GP2B

NASIONALNEWS.ID KOTA TANGERANG – Ketua LSM Gerakan Pemuda Peduli Bangsa (GP2B) Umar Atmaja angkat suara terkait proyek Water Way yang saat ini belum terealisasi.

Menurut Umar, Pemerintah Kota Tangerang tidak serius dalam upaya mewujudkan proyek ambisi Walikota Tangerang. Ada potensi proyek Water Way ini tidak akan teresalisasi pada tahun 2022 ini.

Umar menjelaskan, pada tahun anggaran 2022 ini tidak ada informasi program dan kegiatan yang berkaitan dengan tindak lanjut untuk merealisasikan kelanjutan proyek Water Way. Ini terkesan bahwa Pemerintah Kota Tangerang tidak serius dalam mewujudkan proyek water way.

“Pemerintah Kota Tangerang melalui OPD terkait seperti DPUPR,PERKIMTAN, Dishub dan Disbudparpora tahun ini tidak ada program dan anggaran untuk kelanjutan proyek Water Way. Saya sudah melihat pada Sistem Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) OPD tersebut tidak ada Program dan anggaran untuk Water Way,” Jelas Umar pada Jumat (10/6/2022) dalam siaran persnya.

Oleh sebab itu, Umar menyinggung soal pernyataan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah pada bulan Januari tahun 2020 yang pernah menyampaikan Bahwa Pemkot Tangerang akan mewujudkan transportasi air umum atau waterway di sepanjang Sungai Cisadane pada triwulan ketiga 2020 dan akan dilakukan uji coba dengan menggunakan 4 (empat) perahu operasional angkutan air.

Seharusnya tahun ini ada tindak lanjut dengan program dan anggaran agar proyek water way dapat  terwujud. Saya pesimis jika proyek ini akan terwujud di akhir masa periode Walikota, Jikapun dapat  terwujud pelaksanaanya akan terkesan dipaksakan dengan sarana dan prasarana yang belum memadai, pada akhirnya hanya akan jadi sarana rekreasi dan hanya jadi iconic  semata.

Hanya dari awal saja animo masyarakat pada Water Way, setelah itu hanya akan jadi sarana yang mubajir dan memebani APBD. Proyek Water Way nantinya akan beralih fungsi menjadi sarana rekreasi yang tidak sesuai dengan tujuanya yaitu sarana moda transportasi.

“Jika ini terjadi, patut dipertanyakan sampai sejauh mana perencanaan dan study kelayakan yang telah dilakukan serta berapa jumlah anggaran yang sudah terserap untuk proyek ambisius Walikota,”Imbuh Umar

Umar berharap agar Pemerintah Kota Tangerang dapat menjelaskan kepada publik terkait kelanjutan proyek Water Way, ini sangat penting dilakukan agar masyarakat dapat menerima informasi atas perencanaan dan progres yang telah dilakukan.

Masyarakat bukan hanya sebagai penerima manfaat dan pengguna, tetapi masyarakat juga harus dilibatkan secara langsung dan dimintai pendapatnya terkait apakah proyek ini harus dilanjutkan atau dihentikan.

“Pemkot harus segera memberikan penjelasan kepada publik dan meminta pendapat secara langsung apakah proyek ini harus dilanjutkan atau dihentikan. Selain itu saya akan mendesak pihak legislatif untuk melakukan pemanggilan kepada Walikota dan melakukan evaluasi terkait proyek water way,” pungkas Umar.

(Iwan)

No More Posts Available.

No more pages to load.