Mahasiswa KPM MDR IAIN Madura Desa Blumbungan Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

oleh -
img 20210710 wa0019

NASIONALNEWS.ID, PAMEKASAN – Sejumlah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura yang sedang melaksakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Desa Blumbungan menggelar sosialisasi bahaya narkoba dan pentingnya literasi di Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Hikmah Blumbungan, Larangan, Pamekasan, Madura, Sabtu (10/07/2021) pagi.

Sosialiasi ini bertujuan untuk mencegah penyebaran narkoba di lingkungan masyarakat, khususnya para pelajar.

Koordinator KPM, Nor Fitry Muftadianah menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini menyasar anak-anak atau peserta didik yang ada di Desa Blumbungan.

“Karena memang para siswa-siswi ini sangat rentan terpengaruhi narkoba atau terlibat narkoba. Tanpa ada sosialisasi akan bahaya tersebut, maka akan membahayakan generasi muda,” jelas Fitri sapaan akrabnya.

Karena itu, kata Fitri, pihaknya membangun komunikasi ke setiap sekolah di Desa Blumbungan. Terutama di Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Hikmah ini agar dapat menggerakkan siswanya untuk mengikuti sosialisasi bahaya narkoba.

“Untungya mereka bisa mengambil waktu hari ini. Memang kita hadirkan narasumber yang mampu di bidangnya untuk menjelaskan dampak dan bahaya dari pengunaan narkoba itu, baik dari segi kesehatan dan hukumnya,” ungkap Fitri.

“Selain itu juga ada materi tentang pentingnya literasi, karena disadari atau tidak tingkat kesadaran literasi di Indonesia sangatlah rendah,” imbuhnya mahasiswi asal Dusun Kaju Rajah tersebut.

Dia berharap, siswa-siswi yang hadir dapat memberikan informasi sebagai corong kepada rekan-rekan lainnya.

“Walaupun jumlah terbatas. Namun mereka nantinya bisa menjadi sumber informasi ke teman-teman lainnya tentang kerugian dan bahaya narkoba,” tutur dia.

Fitri juga berharap, Desa Blumbungan bisa bebas dari peredaran narkoba.

“Kita sebagai pemuda yang terpelajar memang tidak ingin anak-anak di Desa ini terlibat penyalagunaan narkoba. Khususnya di lingkungan dunia pendidikan,” katanya.

Fitri mendorong kepala sekolah dan orangtua siswa bisa ikut mengawasi generasi emas ini, agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

“Kita berharap keterlibatan langsung dari pihak terkait, baik kepala sekolah dan orangtua siswa untuk dapat melakukan pengawasan kepada anak-anaknya.” Pungkasnya

Reporter: Kholisin Susanto

No More Posts Available.

No more pages to load.