Marak Kebakaran di Jakbar, Eko: Penyebabnya Konsleting listrik

oleh -
img 20210525 wa0052
Foto Kebakaran

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Konsleting listrik menjadi penyebab kebakaran di wilayah padat penduduk. Hal tersebut dikatakan Kepala Seksi Operasional Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Barat, Eko Sumarno saat dikonfirmasi nasionalnews.id melalui telepon seluler, Selasa (25/5/2021).

Eko menjelaskan, dihimpun dari data tahun 2020 kebakaran banyak terjadi pada bangunan perumahan di wilayah Kecamatan Cengkareng, lalu Kecamatan Kembangan dan Kecamatan Kalideres, untuk penyebab kebakaran tersebut adalah konsleting listrik.

“Sedangkan untuk data Tahun 2021 mulai dari bulan Januari sampai bulan April di wilayah Kecamatan Cengkareng masih tertinggi terjadi kebakaran, yang kedua wilayah Kecamatan Kalideres lalu Kecamatan Kembangan, untuk penyebabnya juga adalah konsleting listrik,” jelas Eko Sumarno.

Eko juga menegaskan, terjadinya konsleting listrik disebabkan teledornya pemilik rumah yang menggunakan kabel tidak berlisensi, atau tidak menggunakan kabel yang ber- Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Biasanya kabel yang digunakan mereka (warga) sudah kadaluarsa atau tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia,” jelasnya.

img 20210525 133005
Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Barat dengan menggunakan mobil mengingatkan warga bila terjadi kebakaran di lingkungan.

Eko juga menjelaskan, terjadi kebakaran meningkat pada saat bulan puasa, dibandingkan dengan hari-hari biasa, dikarenakan kesibukan ibu-ibu pada malam hari.

“Karena kesibukan pada malam hari, mungkin dari rasa kantuk dan lelah, sedikit mempengaruhi konsentrasi ibu-ibu saat memasak,” ujarnya.

Eko juga menambahkan, untuk sosialisasi pencegahan penanggulangan tatap muka dengan masyarakat selama pandemi memang tidak dilakukan,
namun digantikan dengan sosialisasi melalui pengeras suara di masjid dan mushola, kendaraan roda dua dan empat.

“Hampir setiap hari kita lakukan
dan alhamdulilah pada tahun 2020 menurun kurang lebih 19 % dibandingkan tahun 2019,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.