Pengacara Korban JORR Nilai Warga Lebih Cerdas dari Walikota

oleh -
Ewi Sh
Ewi SH kuasa hukum warga terdampak JORR

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Pengacara korban penggusuran Jakarta Outer Ring Road (JORR) Kelurahan Jurumudi Kecamatan Benda, membuat catatan untuk Walikota Tangerang. Warga sempat melaporkan soal penggusuran ke Walikota dan masyarakat diminta membiarkan saja oleh Walikota Tangerang, tetapi warga lebih cerdas dengan melakukan upaya hukum ke Ombusman dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Salah satu kuasa hukum warga terdampak JORR, Ewi mengatakan, awal rencana penggusuran 27 warga, ia pernah membawa warga korban JORR mengadu ke Walikota Tangerang untuk mengadukan soal ganti rugi, yang menurut warga terlalu rendah.

“Waktu itu saya tahun 2013 pernah menghadap walikota bersama warga korban penggusuran JORR, waktu itu walikotanya Arief yang sekarang masih Arief, untuk mengadukan nilai ganti rugi yang menurut kami tidak sesuai. Arief mengatakan kalau tidak sesuai anggap saja tidak ada gusuran, ga usah dibingungin ga usah dipikirin,” ungkap Ewi kepada Nasional News saat ditemui di rumah makan Ciganea, Kota Tangerang, Jumat (4/9/2020).

Ewi sangat menyayangkan sikap Walikota tersebut, karena berdampak hukum bagi masyarakat. Tetapi warga cerdas dan tidak tinggal diam, kemudian warga melakukan upaya hukum lain ke Komnas HAM dan Ombudsman.

“Sikap walikota itu berdampak hukum bagi masyarakat, kalau begitu walikota mengajarkan anggap saja tidak ada gusuran nanti juga kalau ada penggusuran bakal dipindah. Masyarakat tidak diam begitu saja, warga ini lebih cerdas dari walikotanya dengan melakukan upaya hukum ke Ombusman dan Komnas HAM,” jelasnya.

Yang lebih menyakitkan bagi masyarakat, kata Ewi, saat peristiwa penggusuran 1 September 2020, Pemerintah Kota Tangerang menurunkan Satpol PP untuk membantu proses penggusuran tersebut.

“Saat Pemerintah menurunkan 1000 lebih personil untuk menggusur yang terdiri dari Polisi dan TNI, Pemkot Tangerang malah menerjunkan Satpol PP untuk membantu menggusur, yang pada awalnya Walikota bilang ga usah dipusingin ga usah dipikirin, itukan lebih tidak manusiawi, yang pada akhirnya saya berpikir Walikota ga bisa berbuat apa-apa untuk warga Benda yang terdampak JORR, mestinya ada upaya yang dilakukan dalam membantu warganya,” tandasnya. (Yuyu)