Polisi: Wanita Kena Sabetan di Tangerang Bukan Korban Gengster tetapi Tawuran

oleh -
Tawuran
Foto: Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima

NASIONALNEWS.ID, TANGERANG – FP  wanita berusia 14 tahun yang terkena sabetan senjata tajam dibagian wajah di Tangerang bukan korban gengster melainkan aksi remaja yang kerap terlibat tawuran.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Deonijiu De Fatima. 

Diketahui FP merupakan seorang wanita yang menjadi korban pembacokan sadis beberapa waktu lalu. FP sempat mendapat perawatan intensif di RSUD Kabupaten Tangerang akibat luka yang dideritanya. 

Kapolres mengungkapkan tawuran remaja ini seringkali terjadi akibat saling ejek dan sebagai ajang unjuk gigi. Menurut Kapolres pihaknya juga sudah rutin melakukan patroli. 

“Dimana kita aparat sudah melakukan patroli tapi mereka kembali mengundang saat petugas pergi. Disitu mereka melakukan tawuran yang menyebabkan jatuh korban,” ungkapnya, Selasa (14/12/2021). 

Dimana salah seorang perempuan yakni FP yang menjadi korban merupakan anggota saah satu kelompok tersebut.  

“Itu yang sudah muncul salah satu korban perempuan. Dan perempuan itu masuk dalam kelompok itu. Kenapa dia kena sabetan celurit pada saat itu karena dia memakai sweater jadi menutup wajah dan kepala jadi tidak ketahuan kalau itu anak perempuan,” jelasnya. 

Pasca kejadian, pihaknya telah mengamankan beberapa pelaku yang diduga terlibat pembacokan menggunakan celurit tersebut. 

“beberapa pelaku dari peristiwa itu sudah kita amankan dan sudah kita lakukan pemeriksaan. Dan masih ada yang kita cari dari hasil keterangan saksi di lokasi,” jelasnya. 

Kapolres mengatakan dalam aksinya kelompok anak dibawah umur ini melakukan aksinya dengan modal senjata tajam. 

“Mereka sama masing masing membawa sajam . Barang bukti yang dibawa itu celurit, semua rata rata membawa celurit, stik golf. TKP jalan Raya Cadas. Spatan, kabupaten Tangerang,” jelasnya. 

Menurut Kapolres kebanyakan dari tawuran anak dibawah umur ini dilakukan bermula dari saling ejek melalui media sosial. 

“Pemicunya mereka kebiasaan disini dan mereka menguji kemampuan untuk melakukan aksi ini dan biasanya saling ejek mengejek kelompok,” jelasnya. 

Pihak Kepolisian juga mengaku sudah mengantongi identitas para pelaku dan kelompok tawuran yang sering membuat masyarakat resah. 

“Kita terus rutin patroli dari waktu yang biasa juga mereka melakukan kegiatan. 

Ini murni tawuran pelajar bukan gengster. Banyak video lama yang beredar saat ini. Upaya kita sudah koordinasi ke sekolah dan pelajar,” tegasnya.

Dia berharap atas banyaknya kejadian yang membuat jatuhnya korban ini pihak sekolah dan keluarga bisa lebih ekstra mengawasi anak mereka. 

“Ini dilakukan malam hari sudah bukan kewajiban guru tapi orangtua. Ini tugas orangtuanya untuk mengawasi. Mereka banyak yang bohongi orangtuanya,” tandasnya. (Wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.