Polres Bandara Soetta Laksanakan Program Polri Persisi

oleh -
img20210224161600
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta saat menggelar Conferensi pers Rabu (24/2/2021) menunjukkan barang bukti Handphone yang dicuri tersangka

NASIONALNEWS.ID, TANGERANG – Polres Bandara Soekarno-Hatta melaksanakan program Polri Presisi terkait Tranformasi Operasional (Restorative Justice) sebagai langkah dalam setiap penyelesaian masalah. Hal tersebut diungkapkan saat Konferensi Pers di Taman Integritas Mako Polres Bandara Soekarno-Hatta,Rabu (24/2/2021).

Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan program Polri Presisi yaitu:
Transformasi Organisasi, Tranformasi Operasional, Tranformasi Pelayanan Publik, Tranformasi Pengawasan.

Pada tanggal 17 Febuari 2021 Polres Bandara Soekarno-Hatta mendapatkan laporan dari korban, yang telah kehilangan sebuah Handphone di ruang tunggu taxi Blue Bird di Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah ditindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Bandara Soekarno-Hatta berhasil menangkap tersangka di rumah kontrakan di daerah Cakung Jakarta Utara.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra menjelaskan, korban adalah seorang selegram yang terkenal di media sosial. Namun dengan melihat keadaan tersangka yang sakit, disamping harus bekerja buat anak-anaknya. Korban mempertimbangkan laporan tersebut dan sepakat untuk memaafkan tersangka.

“Tersangka mengalami sakit Kelenjar Getah Bening, sebelumnya tersangka bekerja di sebagai Asisten Rumah Tangga di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Tersangka pulang ke Jakarta karena bosnya mengalami kebangkrutan dan niat tersangka juga mau berobat terkait sakitnya,” jelasnya.

Kapolres juga menegaskan, karena korban mempertimbangkan keadaan tersangka, akhirnya laporan tersebut di cabut, dan dinyatakan damai.

“Seperti program Polri Presisi, kasus ini tidak harus sampai ke pangadilan, masih bisa dilakukan mediasi,” tambahnya.

Sementara Akbar (korban) mengingatkan kepada tersangka agar tidak mengulangi perbuatannya lagi, dan dalam kesempatan tersebut korban memberikan sejumlah uang kepada tersangka agar membelikan Handphone anaknya. (Budi Beler)