PT MBI Gelar Pelatihan Hidroponik Manfaatkan Barang Bekas

oleh -99 views
Hidroponik

NASIONALNEWS.ID, TANGERANG – PT Multi Bintang Indonesia Tbk (PT MBI) bersama komunitas HITARA (Hidroponik Tangerang Raya) memberikan pelatihan hidroponik atau urban farming bagi 50 orang perwakilan kelompok masyarakat Kelurahan Kutabumi, Kelurahan Gerendeng dan Kelurahan Sindang Sari, Tangerang, (1/10/2019). Pada pelatihan ini kelompok masyarakat diajarkan teknik dan teori hydroponic urban farming metode traditional dan modern yang bisa menyesuaikan dengan kondisi bercocok tanam di tengah perkotaan, dimana barang bekas dan lahan terbatas bisa dimanfaatkan dan menguntungkan baik dari segi ekonomi maupun lingkungan.

Stakeholder Relations Manager PT MBI, Herwanda Karli mengatakan, program ini merupakan bagian program Brewering A Better World PT Multi Bintang Indonesia Tbk khususnya Growing With Communities, dimana melalui pendampingan baik moril dan materil pada jangka waktu tertentu ke kelompok masyarakat.

Pelatihan Hidroponik

“Outputnya selain mereka bisa melakukan kegiatan bercocok tanam dengan cara yang presisi, juga bisa membantu mereduksi sampah dengan cara memanfaatkan barang-barang bekas untuk dijadikan media tanam hidroponik yang dapat menghasilkan sayuran organic yang menyehatkan serta bernilai dagang ekonomis atau sirkular ekonomi,” jelas Herwanda.

Hal senada diungkapkan Instruktur HITARA, Jean Aprilla mengatakan, saat ini tanah sudah sulit untuk didapat dan lahan juga semakin sempit untuk kegiatan bercocok tanam. Solusinya adalah hidroponik, yang hanya menggunakan sedikit tanah dan lahan untuk media tanam. “Hidroponik juga tidak menggunakan pestisida serta sangat hemat air 90%. Perawatan pun selain mudah, biayanya juga terjangkau,” terangnya.

Pelatihan Hidroponik

Sementara anggota Kelompok Wanita Tani Kelurahan Grendeng, Eli Suhaeli mengatakan, dalam pelatihan ini, Komunitas GRENPIK mendapat pembelajaran terkait hidroponik modern yang rencananya akan diimplementasikan bersama hidroponik sederhana yang saat ini sudah hampir 1 tahun berjalan dengan estimasi pemasukan penjualan sebesar Rp5.000.000 untuk kedepannya dapat berkembang lebih positif.

“Diharapkan kedepannya hidroponik atau urban farming ini selain bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, juga dapat menjadi bagian program masyarakat luas di bidang lingkungan melalui pelatihan kelompok masyarakat khususnya budidaya sayuran organik yang mendatangkan kontribusi ekonomi dan sosial,” pungkasnya. (SL)