Rawan Macet, Jalan Perancis Rusak Parah Tak Kunjung Diperbaiki

oleh -
jalan perancis dadap

NASIONALNEWS.ID TANGERANG – Sudah lama rusak parah Jalan Perancis Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang, hingga kini belum diperbaiki. Warga menilai rendahnya kualitas jalan beton tersebut, sehingga mudah patah dan rusak, akibatnya sering terjadi kemacetan hingga beberapa kilometer.

Warga Perumahan Duta Bandara Permai, Bambang menilai rendah kualitas beton Jalan Perancis, beberapa tahun lalu sejak selesai dibangun jalan beton sudah ada yang patah makin lama semakin parah rusaknya. Anehnya jalan rusak tersebut, dari tahun kemarin dibiarkan sampai sekarang belum diperbaiki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dan akhirnya setiap hari menimbulkan kemacetan.

“Macet akibat jalan rusak sudah menjadi pemandangan sehari-hari di Jalan Perancis sampai ke jembatan Dadap. Macet diperparah banyaknya truk tanah bebas lalu-lalang setiap hari tanpa batas jam operasional, membuat jalan ngebul berdebu dan licin bila hujan turun,” keluh Bambang kepada Nasional News, Sabtu (26/6/2021).

jalan perancis kosambi

Menurutnya, sebagai pengguna jalan sangat dirinya merasa terganggu dengan kemacetan dan rusaknya Jalan Perancis, warga harus bersusah payah untuk melintasi jalan rusak di tengah kemacetan.

“Dari perumahan mau ke Rawa Bokor betapa sengsaranya, harus ekstra hati-hati melewati jalan rusak berlubang dan menghindari banyak truk tanah yang melintas, mau aktivitas sebagai pengguna jalan penuh perjuangan,” tuturnya.

jalan perancis

Bambang menuturkan, kalau sudah macet total dari Dadap sampai Rawa Bokor kendaraan tak bergerak dan tidak ada petugas yang mengatur. Dikatakannya, tahun kemarin masih banyak petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang membantu mengatur jalan mengurangi kemacetan tidak separah sekarang ini.

“Kalau dulu banyak petugas Dishub dan truk tanah ga ada yang beroperasional di siang hari. Kami mau lewat kemana lagi, mau ke Rawa Bokor nyari jalan yang lancar itu susahnya minta ampun,” tutupnya.

jalan perancis kecamatan kosambi

Sementara pemilik toko peralatan teknik, Amin merasa usahanya terkena dampak macet dan rusaknya Jalan Perancis Kosambi. Omzet penjualan menurun karena pembeli enggan melintasi jalan tersebut dan pihak distributor merasa tak nyaman bila mengirim barang ke tokonya.

“Jangankan pembeli, warga juga ogah lewat Jalan Perancis kalau ga penting-penting banget. Kadang ada pesanan barang urgent dari sales sudah oke, tapi dari pengiriman barang biasanya telat terkendala macet dan jalan rusak,” ujarnya.

jalan perancis tangerang

Menurutnya, pengiriman barang dari distributor untuk area dadap dan perancis pasti di anak tirikan. Seharusnya dua hari barang bisa dikirim, selalu telat dua atau tiga hari karena supir tidak mau lewat ketika macetnya parah, takut kehabisan waktu karena banyak barang yang harus dikirim.

“Alasan dari sana bila kirim ke Dadap, maka hari itu hanya bisa ke Dadap saja, untuk kiriman area lain bisa tertunda,” imbuhnya.

Amin berharap kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tangerang, khususnya bidang perawatan jalan, apabila ada jalan rusak langsung diperbaiki, jangan nunggu sampai parah.

“Harusnya jalan rusak sedikit langsung diperbaiki, buat apa ada anggaran untuk perawatan jalan di Dinas PU Kabupaten Tangerang, kalau ada jalan rusak sedikit dibiarkan dan lama-kelamaan semakin parah,” pungkasnya. (Rinto)

No More Posts Available.

No more pages to load.