Rusak Pasca Banjir, Kawasan Banksasuci Butuh Dibangun Kembali

oleh -
Bank Sampah Sungai Cisadane
Saung dan taman di Banksasuci porak poranda pasca diterjang air bah Sungai Cisadane

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Musibah banjir yang menimpa wilayah Jabodetabek, khususnya Kota Tangerang meninggalkan duka yang mendalam dan dampak yang begitu memilukan. Salah satunya terkena dampak bencana banjir adalah Kawasan Wisata Edukasi dan Konservasi Lingkungan Hidup Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) yang berada di Panunggangan Barat Kecamatan Cibodas.

Akibat luapan Sungai Cisadane, Taman Wisata Edukasi tersebut porak poranda diterjang air bah yang menyebabkan sejumlah fasilitas di Banksasuci roboh dan rusak. Sangat disayangkan fasilitas favorit bagi pengunjung telah rusak diantaranya, adalah 2 unit Saung Bambu Pertemuan, Musholah, Pojok Baca atau perpustakaan serta taman bermain anak, untuk memperbaiki semuanya membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Selain merusak sejumlah fasilitas, banjir juga meninggalkan timbunan lumpur setebal 35 Cm dan meluluh lantahkan tanaman sekitar kawasan Banksasuci. Sejumlah relawan Banksasuci mulai membersihkan fasilitas dan lumpur dengan perlengkapan seadanya.

Ketua Banksasuci, Ade Yunus mengatakan, bahwa bagi dirinya keselamatan para relawan dan warga sekitar adalah prioritas dibandingkan dengan fasilitas yang ada.

“Alhamdulilah yang penting rekan-rekan selamat dan tidak ada Korban, dan kita juga fokus membantu korban bencana banjir dengan evakuasi warga sekitar terlebih dahulu,” tutur Ade di Banksasuci, Sabtu (4/1/2020).

Banksasuci Kota Tangerang
Pasca diterjang banjir, hanya menyisakan kerangka bangunan bagian depan Banksasuci

Menurut pria berkacamata tersebut, banjir di awal tahun 2020, merupakan yang terbesar dalam sepanjang sejarah luapan Sungai Cisadane.

“Yah, kemarin merupakan terbesar dan terderas daripada sebelumnya,” jelasnya.

Pihaknya juga terus menjalin kordinasi dengan Pintu Air Batu Belah Bogor, sehingga kiriman Air sudah diwaspadai.

“Kebetulan kalau aliran Sungai Cisadane bukan dari Katulampa, tapi Batu Belah dan kita berkordinasi dengan baik, dengan rekan disana, jadi bisa diwaspadai kedatangan air,” ujarnya.

Adapun mengenai recovery fasilitas yang rusak akibat banjir, Ade masih fokus pada pembersihan lebih dulu.

“Kami fokus bebersih sama bebenah dulu, Fasilitas mah menyusul mudah-mudahan ada Rezekinya,” tandasnya. (SL)