Sampah Alat Pelindung Diri Covid-19 Berserakan di Sawah

oleh -
sampah covid-19

NASIONALNEWS.CO KOTA TANGERANG – Pusat pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, pimpinan dr. Hj. Rizky Adiarti, MKM, disinyalir telah membuang sampah medis Alat Pelindung Diri (APD) COVID-19, sembarangan di kawasan Leuweung Gede, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Selasa (2/2/2021).

Berdasarkan temuan dan laporan warga di lokasi pembuangan sampah medis tersebut, awak media mencoba konfirmasi melalui whatsapp dengan dokter Rizky Adiarti selaku kepala puskesmas Cipondoh, dirinya mengaku sudah mengklarifikasi, kemarin. Dan dia mengatakan pengolahan sampah medis puskesmas cipondoh, diserahkan kepada pihak ketiga.

“Sudah saya klarifikasi dan dinkes sudah tahu. Silahkan tanya PT. Biuteknika sebagai transporter pengolahan sampah medis UPT puskesmas cipondoh,” terang Adiarti, Kamis, (4/2/2021).

Terkait ditemukannya sampah medis puskesmas cipondoh yang dibuang sembarangan di kawasan Leuweung Gede, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Nusantara Corruption Watch (LSM-NCW), Sumuyan Lubis, mendesak kepada pihak terkait, dalam hal ini Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, agar memberikan sanksi tegas kepada Kepala Puskesmas Cipondoh dan Direktur PT. Biuteknika selaku transporter pengolahan sampah medis puskesmas cipondoh.

”Kami sangat menyayangkan terjadinya tindakan membuang sampah medis secara sembarangan. Apapun itu, yang pasti sampah medis sangat berbahaya dan bisa menularkan penyakit. Kami berharap pihak dinas Kesehatan Kota Tangerang, bertanggung jawab atas kelalaian tersebut, dan aparat penegak hukum harus segera menindak lanjuti kejadian ini,” kata Lubis.

Menurut Lubis, sebenarnya penanganan sampah medis sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 81 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah, diantaranya, kegiatan pemilahan sampah, pengumpulan sampah, dan pengolahan sampah, termasuk sebagai penanganan sampah yang merupakan bagian dari penyelenggaraan pengelolaan sampah.

“Jika puskesmas dan PT. Biuteknika tidak melakukan kegiatan pengelolaan sampah sesuai norma, standar, prosedur, atau kriteria yang ada sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat, pencemaran lingkungan, dan/atau merusak lingkungan, maka dapat dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda antara Rp100 juta hingga Rp5 miliar (Pasal 40 ayat (1) UU Pengelolaan Sampah),” terang Lubis. (Ynt/Chocky)

No More Posts Available.

No more pages to load.