Senilai 18 M, Proyek SPALD 3 Pulau Kelapa Karung Bekas Buat Urugan

oleh -
img 20220820 wa0035

NASIONALNEWS.ID, PULAU SERIBU – Suku dinas Sumber Daya Air Kepulauan Seribu melanjutkan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik atau SPALD zona 3 Pulau Kelapa dalam proses pengerjaan sesuai hasil lelang dengan 1. Nilai Kontrak : Rp.18.421.927.521,7,

2. Kontraktor pelaksana : PT.Metro Kreasi Indoteknik
3. Nomor Kontrak : 1348/-1.799.22/17 Mei 2022,
4. Waktu Pelaksanaan : 180 hari kalender,
5. Konsultan Pengawas : PT.Bina Jasindo Sainstek

Hasil pantauan media pada Jum’at 19 Agustus 2022, selain batu koral terdapat juga tumpukan karung dan jaring jadikan urugan.

Saat dikonfirmasi, Mandor lapangan, Memet menuturkan, karung tersebut digunakan urugan untuk penahan lumpur.

“Kalau pekerjaan berlumpur kita gunakan geotektile sebagai penahan lumpur agar tidak naik ke permukaan tekniknya seperti itu,” tuturnya (19/8/22).

Secara konkrit material Polyester (PET) dan Polypropylene (PP) memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap senyawa kimia dan mikroorganisme. Dan mempunyai kekuatan tarik yang cukup tinggi sehingga Geotextile Woven menjadi solusi mengatasi permasalahan konstruksi infrastruktur. Geotextile Woven dapat berfungsi sebagai perkuatan timbunan terutama pada tanah lunak.

“Hingga saat ini progres kita baru sekitar 10 %, namun kita optimis pekerjaan SPALD zona 3 ini dapat selesai tepat waktu, ” tutupnya saat dikonfirmasi di lokasi Pulau Kelapa, Kecamatan Pulau Kelapa, Kabupaten Kepulauan Seribu.(19/8/22).

Namun disayangkan Memet tidak memberikan alasan kongrit adanya karung-karung dan jaring bekas yang tertimbun, malah bicara persentase pekerjaan.

Namun jika karung bekas bagian dari timbunan, apa berfungsi secara maksimal, untuk memastikan kontur tanah tetap stabil atau settled, pihak konsultan pengawasan dan Sudin Sumber Daya Air agar turun ke lapangan.

(Budi Beler)

No More Posts Available.

No more pages to load.