Susan: Terjaring Razia Pekat, Maksimal di Bina Satu Tahun

oleh -
Img 20201019 171244

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Setiap warga yang terjaring razia atau operasi Yustisi atau Penyakit Masyarakat (Pekat) dan masuk di Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia Kedoya wajib dibina paling lama satu tahun berdasarkan Peraturan Gubenur Provinsi DKI Jakarta nomor 18 tahun 2014. Hal tersebut dikatakan kepala Panti Sosial, Susan J Zulkifli di ruang kerjanya, Senin (19/10/2020).

“Setiap warga atau yang terjaring operasi Yustisi maupun Pekat maka akan dibina kurang lebih satu tahun,” ujar Susan

Susan juga menjelaskan, di Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia banyak berbagai macam pembinaan, mulai dari tata boga, salon, menjahit juga kerajinan lainya.

“Kita lakukan pembinaan , terkait kreatifitasnya, dimana nanti disaat mereka bebas bisa bermanfaat buat dirinya sendiri,” ucapnya.

Susan juga menegaskan, banyaknya warga binaan yang terjaring razia, rata-rata para pekerja sex komersial.

“Mereka rata-rata pekerja seks komersial,” ujarnya.

Sementara salah satu warga binaan Fitri (20) remaja asal Lampung, dirinya terjaring razia di daerah Penjaringan, Jakarta Utara dan akhirnya di titipkan di Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia Kedoya, Jakarta Barat.

“Saya sangat berterimakasih, karena disini saya bisa belajar tata boga, menjahit, salon dan kreativitas lainya,” ucapnya.

Saat ini dirinya bekerja di PJLP Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia sebagai juru masak.

“Sekarang saya di PJLP dibagian masak, menyiapkan makan untuk warga binaan lainya,” tukas Fitri. (Budi Beler)

No More Posts Available.

No more pages to load.