Trotoar Dicor, Kucing Liar Sulit Buang Kotoran

oleh -

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Komunitas Penyayang Kucing Liar (KPKL) Johnit Sumbito menyayangkan dengan adanya pembetonan di setiap jalan yang masuk ke gang-gang yang ada di DKI Jakarta. pasalnya dengan adanya pembetonan jalan dan trotoar, kucing-kucing liar tersebut sulit membuang kotoran.

“Kucing liar sekarang sulit untuk membuang kotoran, karena di setiap jalan sudah di beton, dan jarang ada pasir,” kata Johnit saat ditemui Nasionalnews.id di Cengkareng, Jakarta Barat, Jum’at (27/12/2019).

Johnit menyesalkan saat ini ruang atau tanah kosong di DKI sudah hampir tidak ada, bahkan semua jalanan yang masuk di gang sudah pada di beton. Dia menilai semakin sulit binatang liar (kucing) untuk buang kotoran apa lagi berkembang biak.

“Setidaknya ada ruang atau lahan yang berpasir, agar kucing-kucing liar bisa buang kotoranya, kasian mereka (kucing) cari makan saja susah apalagi buang kotoran,” ujarnya.

Sementara Sambayu yang juga ketua Komunitas Penyayang Kucing Liar menambahkan, ia juga menyesalkan terkait pembetonan trotoar secara permanen. Karena dianggap sudah mempersempit ruang gerak kucing-kucing liar yang akan mengeluarkan kotoranya.

“Seharusnya ada ruang yang berpasir, agar kucing liar tidak membuang kotoran sembarangan,” ucapnya.

Sambayu juga menerangkan, dirinya sebagai penyayang kucing liar, setiap hari memberikan makan kucing liar dibeberapa titik di kawasan Cengkareng.

“Saya setiap hari selalu memberikan makan kucing-kucing liar tersebut, tapi ada beberapa warga yang komplain terkait kotoran kucing,” jelasnya.

Dia menilai, karena sarana penyempitnya lahan, ruang kosong atau pembetonan jalan yang membuat kucing-kucing membuang kotoran sembarangan.

“Karena tidak ada lahan berpasir yang biasa untuk kucing buang kotoran, akhirnya ya sembarangan,” tambahnya.

Dirinya berharap setiap wilayah ada lahan yang berpasir, agar kucing sebagai binatang liar bisa membuang kotoran, agar tidak berantakan dimana mana. (Bb)