ULP Kota Tangsel Tepis Dugaan Kongkalingkong

oleh -
ulp kota tangsel
Agus Mulyadi Kasubag Pengadaan Barang dan Jasa, Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

NASIONALNEWS.ID TANGERANG SELATAN – Dugaan adanya Kongkalingkong dalam kegiatan lelang kegiatan barang dan jasa di Kota Tangerang Selatan dibantah Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Tangsel, bahwa pelaksanaan lelang itu sudah sesuai aturan yang ada.

Kasubag Pengadaan Barang dan Jasa, Agus Mulyadi mengatakan, pada proses pelaksanaan lelang saat ini diawasi sangat ketat, sangatlah sulit untuk melakukan kecurangan sehingga dipastikan semua kegiatan berjalan sesuai dengan aturan lelang yang berlaku. Proses lelang yang dilaksanakan ULP sudah sesuai aturan menurut sistem (by system) dan dilaksanakan secara profesional.

“Pengadaan inikan sudah berbasis sistem yang sifatnya nasional, siapapun bisa masuk, pengadaan ini sudah sesuai aturan yang berlaku aturannya ada perpresnya ada, jadi kalau disebut adanya dugaan kongkalingkong kita kesulitan untuk melakukan itu, semua sudah dibuka secara umum secara luas kita persilahkan selagi mereka masuk persyaratan kualifikasi,” kata Agus kepada Nasional News di kantornya, Rabu (5/5/2021).

Dugaan adanya bawaan dan arahan, dibantah Agus tidak ada. Menurutnya, apa yang menjadi dugaan pengusaha lokal tidak benar, karena yang dimenangkan dalam kegiatan yang diduga kan bukan pengusaha Tangsel, pemenang dari pengusaha asal Tangsel.

“Tidak ada arahan, perlu diketahui juga kegiatan yang disangkakan itu bukan orang lain yang dapet masih dari daerah Tangsel juga, nama perusahaannya saya lupa, Pokja yang tau itu,” jelas Agus.

Dalam proses lelang, masih kata Agus, penawar terendah bukan berarti pemenang, tetapi banyak persyaratan lain yang harus dilengkapi peserta lelang.

“Harga terendah itu bukan berarti jadi pemenang, banyak persyaratan-persyaratan lain yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Soal pengakuan pengusaha yang telah melengkapi dokumen persyaratan lelang, tetapi masih dikalahkan oleh perusahaan yang nilai penawarannya lebih tinggi. Agus menegaskan, faktanya masih adanya berkas yang kurang yang harus dilengkapi dalam dokumen penawaran lelang yang di persyaratkan.

“Kita balik lagi ke aturannya mereka memenuhi syarat atau tidak, mereka mengaku memenuhi syarat tapi kenyataannya masih ada yang belum memenuhi syarat, itu bay sistem, sistem yang akan memberitahukan memenuhi syarat atau tidak,” imbuhnya.

Soal sanggahan yang tidak ditanggapi ULP, Agus mengaku, bahwa setiap sanggahan itu sudah ditanggapi.

“Ga mungkin sanggahan itu tidak kita jawab, bay sistem sudah kita jawab bisa kita cek di sistem,” tandasnya. (Yuyu)

No More Posts Available.

No more pages to load.