Wagub Jateng dan DPR-RI Bahas Rekrutmen Guru Honorer dan P3K

oleh -
20200303 001442

NASIONALNEWS.ID.SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah masih menunggu kepastian rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), guru Honorer K-II, mengingat Guru PNS di Jawa Tengah masih rendah. Informasi terkini Perpres mengenai perekrutan tersebut tinggal menunggu untuk diterbitkan.

Hal tersebut menjadi pembahasan saat Pemprov Jateng menerima kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (2/3/2020), disamping itu juga dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai Pilkada serentak 2020 di 21 kabupaten/kota, reformasi birokrasi, dan layanan aduan masyarakat.

“Tadi dibahas terkait rekrutmen guru honorer K-II, sampai sekarang kita masih menunggu hasil dari pemerintah pusat, sebab kami sifatnya hanya mengajukan termasuk juga P3K, kekurangan guru, tenanga pengajar dan administrasi di sekolah menjadi sorotan Komisi II DPR RI,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah,Taj Yasin Maimoen.

Yasin menjelaskan, dari Jawa Tengah sudah disampaikan untuk tenaga guru honorer dan sebagainya masih tinggi, jumlahnya sekita 15 ribuan. Sementara untuk jumlah guru PNS masih rendah dan banyak guru PNS yang diperbantukan di sekolah swasta.

“Keadaan ini menjadi perhatian, semestinya sekolah-sekolah swasta kalau sudah mendapatkan bantuan dan sudah berjalan sekolahnya, mereka bisa mengangkat guru-guru sendiri,” ujar Yasin.

Menurut Yasin, Pemprov Jateng tidak bisa serta merta membuat keputusan. Masih harus dirembug bersama untuk mensinkronkan antara sekolah negeri dengan sekolah swasta. Tentunya dengan mempertimbangkan kualitas sekolah apabila guru yang diperbantukan nanti dicabut. Sekolah swasta juga dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait hak memperoleh pendidikan.

“Bagaimana kualitasnya kalau nanti kita cabut karena bagaimanapun juga kalau kita mengandalkan sekolah negeri saja masih banyak masyarakat yang tidak bisa kita tampung. Maka kita harus sinkronkan. Nah dari situ kami berharap untuk permasalahan guru tenaga honorer, GTT, PTT, ini kita berembug deh antara sekolah negeri dengan sekolah swasta,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.

Ia menambahkan, sinkronisasi itu juga untuk menentukan bagaimana formula dalam perekrutan guru honorer. Misalkan guru honorer di sekolah A di swasta belum mampu memenuhi mengajar 24 jam, maka bisa diperbantukan di sekolah-sekolah lain. Sehingga setiap sekolah tidak mengangkat guru honorer masing-masing.

“Ini baru kita jalankan di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kita awasi, kita coba buat forum-forum komunikasi antara sekolah negeri dengan sekolah swasta,” imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Muhamad Arwani Thomafi menyampaikan, bahwa hal itu memang perlu diperhatikan. Sebab tentang P3K ini selama ini sudah ditunggu kejelasan nasibnya hampir lebih satu tahun dan Perpres mengenai perekrutan P3K itu sudah turun.

“Infonya Perpres sudah turun, sudah ditandatangani, tinggal nunggu penomoran dari Kementerian Hukum dan HAM,” terangnya.

Selain tentang guru honorer, kata Arwani, masa reses Komisi II DPR RI di Pemprov Jateng juga untuk mendengarkan dan mengumpulkan data terkait pelayanan publik. Mengenai hal ini ia menyebutkan bahwa sudah ada upaya maksimal dari Pemprov Jateng dengan membuka layanan aduan dan kesempatan akses masyarakat untuk memberi masukan dan menyampaikan keluhan. Itu sudah dikelola dengan baik karena ada tindak lanjut yang cepat dari Pemprov dengan dinas-dinas terkait tetapi ia melihat masih bisa dilakukan lebih cepat lagi.

“Pertama soal layanan masyarakat. Kedua pelayanan di bidang kepemiluan yang juga sudah diselesaikan oleh Pemprov Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota. Ini terkait dengan NPHD di 21 kabupaten/kota termasuk juga kesiapan dari pemerintah daerah untuk menyambut pelaksanaan pilkada serentak ini. Terpenting adalah bagaimana menurunkan angka terkait dengan netralitas ASN termasuk juga layanan administrasi kependudukan untuk masyarakat dalam meningkatkan partisipasi pemilih,” tandasnya. (Jumaedi)

No More Posts Available.

No more pages to load.