Wahyudi Sebut Forwat Bukan Wartawan Bodrek

oleh -
Wahyudi
Wartawan senior, Wahyudi salah satu pendiri Forum Wartawan Tangerang (Forwat).

NASIONALNEWS.ID, SERANG – Salah satu pendiri Forum Wartawan Tangerang (Forwat), Wahyudi meminta ada sistem yang mengatur anggota, agar tidak terkesan wartawan bodrek. Hal itu diungkapkannya setelah mendengar berbagai alasan calon anggota bergabung di Forwat pada acara rapat kerja (Raker) Forwat ke VI yang digelar di Allisa Resort Hotel Pantai Anyer Serang Banten, Sabtu (12/9/2020).

Wahyudi yang akrab disapa bang Yudi berharap, para wartawan yang bernaung di Forwat agar memiliki karya tulis berita sebagai jati diri wartawan, informatif dan aktif dalam kegiatan Forwat.

“Nanti harus ada sistem yang mengatur setiap wartawan minimal seminggu sekali wajib mengirimkan karya tulis agar tidak disebut bodrek, dan ketika dia tidak memiliki karya tulis dia keluar dari Forwat oleh sistem yang mengatur,” jelas Yudi yang menjabat staf ahli publikasi Gubernur Banten.

Yudi juga berpesan, agar ada pendidikan jurnalistik agar para wartawan yang ada di Forwat memiliki kualitas dalam hal penulisan dan lebih profesional.

“Perlu ada pembelajaran dalam penulisan berita, agar dalam menulis sesuai kode etik jurnalistik, jangan sampai menulis tendensius sesuai opini pribadi, kalau gitu bikin cerpen aja,” tutupnya.

Sebelumnya, calon anggota Forwat, Andri Juliansyah mengaku tertarik bergabung di Forwat, karena konsisten menjadi penyeimbang, yang selalu mengkritisi kebijakan dan kinerja pemerintah sebagai masukan agar program pemerintah berjalan lebih baik lagi.

“Saya suka dengan Forwat, karena kerap mengkritisi pemerintah sebagai penyeimbang, walaupun sering mengkritisi tapi juga mempublikasikan pemberitaan yang positif untuk mengedukasi masyarakat,” jelas Ateng nama panggilan Andri Juliansyah.

Hal yang berbeda disampaikan mantan wartawan TV Nasional yang sekarang aktif di media online, Huda Rizki Alpian mengatakan, bahwa dirinya tertarik bergabung di Forwat karena kebersamaan dan solidaritas, yang kerap menyuarakan kebebasan Pers dan anti kriminalisasi wartawan.

“Awal karir saya di salah satu stasiun TV swasta sebagai stringer, karena dikejar waktu mengambil gambar vidio rekaman, saya beralih ke media online, dan saya memilih forwat karena kebersamaan dan solidaritas yang ada di forwat,” pungkas Juda yang biasa disapa Yuda. (Yuyu)