Warga Jakarta Keluhkan Pembuatan SIM di Satpas Daan Mogot

oleh -
img 20221024 wa0064
Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Masyarakat mengeluhkan mahal dan sulitnya untuk membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas SIM Polda Metro Jaya di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

“Susah pak, bikin SIM di Satpas SIM Daan Mogot, selalu gagal,” kata Marwan saat ditemui wartawan di Satpas Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin (24/10/2022).

Marwan juga mengaku sudah sampai 4 kali bolak balik ke Satpas untuk mengikuti tes

“Sudah 4 kali bolak balik ke sini, masih selalu gagal. Sampai saya putus asa untuk memiliki SIM. Padahal SIM itu sangat penting bagi saya untuk melakukan aktifitas sebagai ojek online. Tapi bikinnya susah banget,” keluh Marwan.

“Terakhir saya diarahkan dari dalam untuk menemui seseorang di luar untuk membantu mengurus, namun harganya sangat tidak wajar, oknum tersebut meminta 600 ribu kalau mau lulus,” ucapnya.

Ia juga heran, di saat polisi sedang melakukan reformasi untuk meraih kepercayaan publik masih ada saja oknum yang mencari keuntungan pribadi dan kelompoknya di kantor pelayanan publik Satpas SIM.

“Pokoknya dari pengalaman saya, kalau kamu mau bikin SIM bayar dengan harga sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku dijamin tidak akan bisa, tapi kalau kalian mau bikin SIM melalui oknum tertentu dengan harga 600 sampai 700 ribu dijamin pasti jadi,” ujarnya.

Untuk lebih jelas terkait informasi tersebut, awak media mencoba melakukan konfirmasi mengenai hal tersebut kepada pihak Satpas SIM Daan Mogot.

Salah satu petugas Satpas, Kris menjelaskan, kalau rekan rekan mau konfirmasi hal tersebut dirinya tidak bisa untuk memberikan komentar.

“Kalau rekan – mau konfirmasi hal tersebut silakan rekan konfirmasi ke Kabid Humas Polda Metro Jaya, karena kami insitusi polri ada aturannya sendiri,” terang Kris.

Selain itu, Kris juga mengatakan, bahwa setiap wartawan yang akan melakukan peliputan atau konfirmasi di Satpas SIM di Daan Mogot harus melakukan kordinasi dengan balai wartawan Polda.

“Rekan – rekan harus berkordinasi dengan balai wartawan yang ada di polda,” tuturnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berikan ultimatum mencekam bagi anggotanya. Dia mengancam akan copot siapa saja yang terlibat pungutan liar (pungli).

Di tengah citra polisi yang kian turun, Sigit memang diketahui tengah membenahi sedikit demi sedikit kinerja anak buahnya. Terutama, memangkas oknum-oknum yang melanggar etika profesi.

Kapolri menegaskan, siapapun personel polisi yang terlibat setoran pada atasan yang berimbas pada pungli terhadap sipil akan ditindak dengan tegas.

(Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.