Ada Bukti Transaksi Pembayaran Warga Alar Jiban Desa Kohod Yang Terkena Relokasi Buat Surat Tanah Dimintai Rp30 Juta

oleh -
compress 20240703 220401 1311
Foto: Bukti transaksi pembayaran surat tanah milik AR masuk ke rekening atas nama UK.

Nasionalnews.id.Tangerang – Diduga Sekretaris Desa (Sekdes) Kohod inisial UK menjadikan relokasi di Alar Jiban sebagai ajang dugaan untuk meraup uang warga. Pasalnya ada salah satu warga inisial AR yang membuat surat tanah seluas 946 m2 dimintai biaya Rp30 juta berikut biaya ukur Rp3.800.000 yang diduga sampai saat suratnya tidak ada.

Saat AR hendak melakukan pembayaran pembuatan surat tanah, Sekdes Kohod UK mengirimkan foto kertas putih yang tertera tulisan nomor rekening atas nama UK melalui whats app AR, serta dibawah foto tertulis “BCA,,, Bang Haji” yang dikirim UK ke whats app AR, sehingga saat pembayaran ada bukti transaksi transfer.

Pembayaran pertama Rp10.000.000 pukul 19:39:00 pertanggal 21- 12- 2023 di BCA SPBU Pakuhaji, yang kedua Rp10.000.000 pukul 13:27:47 pertanggal 23 – 12 – 2023 di BCA SPBU Pakuhaji, yang ketiga Rp5.000.000 pukul 19:53:56, pertanggal 29 – 12 – 2023 di BCA Labuan 2 dan sisanya Rp5.000.000 serta biaya ukur cash.

Selain bukti transaksi, wartawan mendapatkan foto UK yang memakai baju batik tangan panjang warna biru terong kembang-kembang celana hitam bersama AR, yang disertai tumpukan uang lembaran Rp100.000 diatas kertas putih berjumlah Rp5.000.000 tergeletak di bangku minimarket di daerah Desa Kramat.

Biaya tiga puluh juta tersebut diminta UK dengan dalih untuk pembuatan surat tanah milik AR, agar lahan tanah tersebut dibayar oleh pengembang. Setelah uang tiga puluh juta tersebut diserahkan ke UK, sampai saat ini AR hanya menerima surat tanda terima notaris dari UK, sedangkan surat yang dibuat tidak terlihat fisiknya sehelai pun.

“Pembayaran pertama saya transfer Rp10.000.000, yang kedua saya transfer Rp10.000.000, ketiga saya transfer Rp5.000.000, yang terakhir sengaja saya bayar cas Rp5.000.000 saat saya ketemuan sama UK di minimarket daerah Desa Kramat, begitu juga biaya ukur pertama Rp800.000, ukur kedua Rp3.000.000 bayar cash,” tutur AR, Rabu (3/7/24).

Sebelumnya diberitakan di media online warga Alar Jiban, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, yang terkena relokasi membuat surat tanah diduga dimintai biaya Rp30.000.000 oleh Sekdes Kohod Inisial UK, yang sampai sekarang belum terlihat fisik surat yang dibuatnya sehelai pun .

Lahan tanah tersebut awalnya seluas 36000 m2 surat sertifikat, kemudian sebagian tanah tersebut dijual oleh keluarga AR dan saat ini tersisa 946 m2, tanpa adanya surat keterangan apapun dari aparatur desa hingga saat ini sampai adanya relokasi dari pengembang (PT)

“Tanah saya ini waris dasar suratnya sertifikat, dijual sebagian sama keluarga sisanya 946 m2, seharusnya ada surat keterangan telah dijual sebagian, begitu ada relokasi saya disuruh surat sama Sekdes Kohod dimintai Rp 40 juta, akhirnya saya tawar biaya jadi 30 juta,” tutur warga Kohod inisial AR kepada wartawan,” Sabtu (29/6/2024).

Menurut AR, biaya pembuatan surat lahan tanah miliknya seluas 946 m2 keseluruhannya berikut biaya ukur Rp33.800.000. Yang saat ini kata AR tidak ada kejelasannya mengenai surat – surat tersebut, meski dirinya sudah menanyakan ke Sekdes Kohod UK.

“Uang pembayaran surat sudah saya kasih ke Sekdes Kohod UK ada yang transfer dan cash, biaya yang saya keluarin semunya Rp33.800.000, tapi sampai saat ini saya belum dikasih surat yang saya buat sama Sekdes Kohod UK,” kesalnya.

Disisi lain pihak PT Kukuh Mandiri Lestari ASG, H Eman Sulaeman mengatakan, bahwa untuk pembiayaan tukar menukar sudah ditanggung oleh pihak PT, termasuk biaya pembuatan surat tanah milik warga sudah ditanggung PT.

“Biaya tukar menukar dan pembuatan surat tanah warga sudah ditanggung oleh pihak kami (PT), bila suratnya girik atau AJB cukup dibuatkan surat keterangan dari desa, nanti di tempat baru suratnya sertifikat, dan kalau dasarnya sertifikat tidak usah buat surat dari desa,” paparnya.

Sementara itu saat dihubungi via telpon whats app, Sekdes Kohod UK mengaku, sudah menanyakan alas hak surat-surat tanah milik AR yang luasnya 946 m2. Lalu kata UK, bahwa tanah milik AR tidak ada surat-suratnya sama sekali, kemudian UK membuat surat untuk alas haknya.

“Waktu AR mau buat surat tanah, saya tanya tidak ada alas haknya, maka saya buatkanlah alas haknya untuk di PT nanti diminta secara menyeluruh baik yang sudah punya alas hak atau yang belum,” terangnya.

Lanjut UK memaparkan, bahwa dirinya telah mencabut surat girik atau C desa tanah milik AR untuk membuat alas haknya. Pasalnya kata UK, saat penjualan tanah milik AR yang pertama suratnya tidak dikembalikan, sehingga tanah tersebut tidak memiliki surat.

“Girik atau C desanya tanah AR saya tarik, karena saya buatkan alas haknya, sewaktu penjualan pertama AJB nya tidak dikembalikan, dan kalau memang sertifikat dia punya, seharusnya ada pengembalian sertifikat sisanya tanah yang dijual,” ujarnya.

UK mengaku, uang yang telah diberikan AR sebesar RP33.800.000 untuk biaya pengurus semua surat-surat tanah AR, dari mulai pengukuran pertama hingga sampai selesai untuk diajukan ke pihak PT agar pembayaran berjalan lancar.

“Itu hasil kesepakatan bersama biayanya, saya harus bayar yang ukur, terus bayar segala yang lainnya, oleh karena itu saya koordinasi dengan PT biar nanti di tempat yang baru ada alas haknya, prosesnya sedang berjalan di notaris, biar nanti dibuatkan juga PPJB di PT,” ungkapnya.(ig)

No More Posts Available.

No more pages to load.