Bangke Laporkan Pegawainya ke Polisi, PH Terlapor nilai Kasus Janggal

oleh -
img 20231209 wa0018
Foto: Kuasa hukum terlapor, Yudo Sasmito

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Mantan pegawai Koperasi simpan pinjam Mitra Anak Rantau atau lebih dikenal masyarakat bang keliling (Bangke) di laporkan ke Polsek Sepatan, lantaran dituduh telah menggelapkan uang koperasi dan melakukan penipuan saat ia menjabat sebagai kolektor atau bagian penagihan .

Kuasa hukum terlapor, Yudo Sasmito , mengatakan, kliennya tersebut dilaporkan oleh atasannya di Koperasi Mitra Anak Rantau yang bergerak dalam usaha simpan pinjam dengan tuduhan penipuan dan penggelapan uang perusahaan.

“Klien saya dilaporkan dengan tuduhan 378 penipuan dan 374 penggelapan dalam jabatan pada 30 Oktober 2023 dengan nomer laporan LP/231/T/X/2023/SPKT/SEK.SPT/RESTRO TNG KOTA /PMJ oleh pa Tasonda Gulo , dan pada 23 November lalu klien kami mendapatkan surat pemanggilan klarifikasi dari Polsek Sepatan,” katanya saat diwawancarai di Polres Metro Tangerang Kota, Jumat ( 8/12/2023).

Yudo menilai ada kejanggalan dalam proses kasus tersebut, lantaran surat pemanggilan untuk klarifikasi langsung pemanggilan ke dua, sementara pemanggilan pertama, terlapor mengaku belum pernah menerima surat pemanggilan.

“Ini aneh menurut saya, panggilan kepada terlapor langsung penggilan ke dua, itupun yang mengantarkan istri Tasonda , sementara klien saya belum pernah menerima surat panggilan pertama,” ujarnya.

Masih kata Yudo, Polsek Sepatan mengklaim telah mengirimkan surat pertama dengan menggunakan perusahaan jasa pengiriman .

“Kalau klaim polisi sih, dia sudah kirim menggunakan JNE, tapikan kalau terlapor belum menerima tidak bisa langsung ke tahapan ke 2, ini merugikan klien kami, terkesan klien kami mangkir,” ucapnya.

Selain surat pemanggilan, legalitas perusahaan menjadi catatan Yudo, lantaran saat koperasi tersebut di periksa secara Online di website Otoritas Jasa Keuangan (OJK), koperasi tersebut tidak terdaftar.

“Sudah saya cek secara online ke OJK koperasi itu tidak terdaftar, seharusnya itu menjadi catatan rekan kepolisian, jangan – jangan administrasi lain juga ada yang kurang,” kata Yudo menduga

Melihat dari administrasi koperasi simpan pinjam yang kurang lengkap, Yudo menawarkan kepada para nasabah atau siapapun yang merasa dirugikan, ia bersedia memberikan advokasi atau pembelaan.

“Saya membuka ruang bagi para nasabah yang merasa dirugikan, untuk memberikan pembelaan dengan melapor ke LBH Garuda NKRI,” pungkas Ketua umum LBH GARUDA NKRI, dan Ketua DPC Organisasi Advokat (OA) PPIPHII Cabang Kabupaten Bekasi.

(Yuyu)

No More Posts Available.

No more pages to load.