Bayar Ratusan Ribu, SMP Negeri 8 Tangsel Akui Tarik Iuran per Siswa

oleh -
dinas pendidikan kota tangerang selatan

NASIONALNEWS.ID TANGERANG SELATAN – Di masa pandemi Covid-19, Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku menarik iuran ke setiap siswanya. Pembayaran ratusan ribu untuk keperluan sekolah yang tidak dibiayai dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Bukan pungutan, SMP Negeri 8 itu kan ada layanan tambahan di sekolah, ada AC yang digunakan selama 3 tahun, setiap ajaran baru itukan dirapatkan perlu tidak AC itu dilanjutkan. kemudian pada saat rapat itu disepakati untuk dilanjutkan, ceritanya begitu,” jelas Kepala SMP Negeri 8 Kota Tangsel, Muslih kepada Nasional News melalui telepon selularnya, Selasa (19/10/2021).

Baca juga : Pungutan Uang SMP Negeri 8 Kota Tangsel Dikeluhkan Wali Murid

Muslih mengaku hadir dalam rapat yang membahas iuran tersebut, ia tidak mengikuti saat proses penentuan jumlah besarnya jumlah iuran oleh ketua komite bersama anggotanya dan orang tua siswa.

“Itu untuk operasional, di SMP 8 itukan banyak kegiatan yang lain, misalkan lomba-lomba. Dari sebelumnya juga ada tambahan buat honorer jadi honorer di sana itu, selain mendapat Honor dia juga mendapat tambahan dari sekolah, satpam misalnya dari Dinas itukan hanya mendapat 1.800.000 makannya komite memberikan tambahan untuk tenaga honorer itu. Di sekolah itukan ada snack harian, di dana BOS itu tidak dianggarkan, akhirnya komite menganggarkan sekedar kueh dan minum,” ungkapnya.

Menurut Muslih, Dinas Pendidikan Kota Tangsel tidak perlu mengetahui berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah, merupakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.

“Di amini atau tidak (Dinas Pendidikan-red) Kitakan berpayung hukum pada Permendikbud 75 yah, bahwa tugas Komite sekolah itukan untuk penggalangan dana salah satu fungsinya, operasional katakanlah begitu,” tegasnya.

Muslih menambahkan, komite sekolah dan wali murid yang menentukan berapa jumlah iuran sesuai kesepakatan dan pemebayaran adalah sumbangan ke sekolah.

“Nominal hitungan itu diserahkan pada Komite, ada yang ngasih segitu dan ada yang kurang dari segitu wali murid yang menulis besarannya sendiri, bahkan ada yang tidak menyumbang kita tidak minta, orang tua sendiri dipersilahkan mau menyumbang berapa, dari sumbangan itu baru bisa dihitung mana yang bisa dipenuhi dari sumbangan itu,” tandasnya. (Yuyu)

No More Posts Available.

No more pages to load.