Dalam 10 Hari Polrestro Tangerang Kota Ungkap 134 Kasus Judi, Narkotika, Miras dan Pungli

oleh -
oleh
zain dwi nugroho
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Nugroho sedang memaparkan pengungkapan kasus yang berhasil diungkap jajarannya, saat konferensi pers di halaman kantornya, Sabtu (3/8/2022).

NASIONALNEWS.ID KOTA TANGERANG – Polres Metro Tangerang Kota Berhasil mengungkap 134 kasus dalam 10 hari di pekan terakhir Agustus sampai awal September 2022.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, bahwa kasus yang diungkap terdiri dari 4 kasus perjudian, 5 kasus penyalahgunaan narkotika, 110 kasus peredaran minuman keras (miras) ilegal, 3 kasus asusila dan 12 kasus pungli, total semuanya sebanyak 134 kasus yang diungkap jajarannya.
polrestro tangerang kota
“Kasus-kasus ini kami (Polres Metro Tangerang Kota-red) ungkap mulai tanggal 22 Agustus sampai 1 September 2022,” ujar Kombes Zain Dwi Nugroho kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di halaman kantornya, Sabtu (3/9/2022).

Selain itu, kata Zain, kasus penyakit masyarakat (pekat) yang meresahkan ini rutin dilakukan, namun kegiatan lebih ditingkatkan demi menciptakan rasa aman dan nyaman di Kota Tangerang yang merupakan wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Kasus perjudian ada sebanyak 4 kasus terdiri dari 2 judi darat dan 2 judi online, dengan total tersangka 22 orang, hasil pengembangan dari Polsek Neglasari,” tutur Kapolrestro Tangerang Kota.

Untuk kasus penyalahgunaan narkotika, lanjut Zain diungkap sebanyak 5 kasus, dengan 8 tersangka, barang bukti yang didapat sebanyak 40,03 gram sabu, 120 butir hexymer, 60 butir tramadol HCI, 105 butir Dextro, 720 butir trihexphenidyl.

“Dari peredaran miras ada 110 kasus, dengan 116 tersangka, jumlah keseluruhan barang bukti yang disita 892 miras berbagai merk dan 6 drum ciu,” ungkapnya.

Zain menambahkan, Polrestro Tangerang Kota berhasil mengungkap kasus asusila sebanyak 3 kasus, berupa prostitusi online maupun tempat esek-esek berkedok panti pijat dengan tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Kecamatan Neglasari, Cipondoh dan Ciledug.

“Dari kasus pungli dilakukan penindakan berdasarkan laporan masyarakat, sebanyak 12 kasus dengan 20 pelaku, namun terhadap para pelaku dilakukan pembinaan dipanggil ketua RT, RW dan orang tuanya untuk dibuatkan perjanjian tidak mengulangi kembali perbuatannya dan tetap dilakukan pengawasan,” pungkas Zain Dwi Nugroho. (Yuyu)

No More Posts Available.

No more pages to load.