Diduga Cemari Pantai Wadio, LSM WGAB Minta Pemkab Nabire Sidak

oleh -
Pantai Wadio

NASIONALNEWS.ID, NABIRE – Lima bulan warga pesisir pantai Wadio resah. Perasaan itu dikarenakan adanya limbah kayu serta polusi udara yang bermula dari PT Eka Dwika Perkasa, Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire Kota, Kabupaten Nabire.

“Dengan adanya limbah kayu di pesisir pantai membuat hasil tangkapan ikan para nelayan menurun diakibatkan pencemaran limbah kayu PT EDP di pesisir pantai Wadio Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire Kota, Kabupaten Nabire,” ujar Ketua RT 17, Tebay saat ditemui NasionalNews.id, Selasa (12/2/19).

Hal senada juga disampaikan warga nelayan pesisir Pantai Wadio, Moses mengatakan bahwa dahulu dirinya membuang pukat di pinggir pantai mendapat tangkapan ikan yang memuaskan. Namun, usai Pantai Wadio tercemar limbah kayu PT EDP, nelayan sulit untuk mendapatkan hasil tangkapan ikan. “Saat kami melaut yang terjaring bukan ikan tapi limbah kayu PT EDP,” tuturnya.

Lanjut Moses, sebelumnya pada bulan September, Sri Genyo selaku pemimpin PT EDP telah berjanji untuk memperbaiki talut agar limbahnya tidak mencemari laut. Tak hanya itu, Sri Genyo juga berjanji akan memperbaiki konstruksi pipa pembuangan asap di pabrik arang miliknya, dimana asap pabrik arang milik PT EDP sangat mengganggu pernafasan warga yang mendiami di sekitar Pabrik arang milik PT EDP.

“Sampai saat ini janjinya tidak ditepati, sehingga kami warga pesisir pantai merasa resah,” tegas Moses.LSM WGAB

Terpisah, Ketua LSM WGAB Provinsi Papua Yeri Basri Mak kepada NasionalNews.id mengatakan, dirinya telah mengkroscek kelengkapan ijin PT EDP di Dinas Lingkungan Hidup, dimana PT EDP diduga tidak memilik Ijin Amdal.

“Saya harap Pemerintah terkait, baik dari Dinas Lingkungan Hidup Nabire dan Provinsi Papua agar segera meninjau PT EDP guna menanggapi keluhan warga pesisir pantai Wadio,” tegasnya.

informasi warga, limbah kayu PT EDP sudah lima bulan limbah kayu mencemari bibir Pantai Wadio, hingga mengakibatkan nelayan yang ada mengeluh karena hasil tanggakapan ikan yang menurun.

“Begitu juga terkait asap pabrik arang milik PT EDP yang menurut warga sangat mengganggu pernafasan warga yang ada di sekitar pabrik. Maka itu kami dari Wadah Generasi Anak Bangsa meminta pemerintah menindak tegas PT EDP bila terbukti melanggar,” tutupnya. (Yeri Tarima/Ang)

No More Posts Available.

No more pages to load.