Dugaan Ijazah Palsu, AMPD Surati KPU dan Bawaslu Lampung Tengah

oleh -
Pilkada 2020

NASIONALNEWS.ID, LAMPUNG TENGAH – Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) mendatangi kantor Komisi Pemilihan umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (20/9/2020) sore.

AMPD gabungan dari LSM Basmi, LSM KP3, LSM Puskam, LSM Pusaki, LSM Sakral dan LSM FPP melayangkan surat klarifikasi terkait dugaan ijazah palsu bakal calon (Balon) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng).

Juru bicara AMPD, Risaman Sanjaya mengatakan, bahwa dalam memperoleh pemimpin yang bersih dan berwibawa di mata rakyat, adalah pemimpin yang muncul dari rakyat melalui proses yang juga bersih dari segala unsur manipulasi, termasuk di dalamnya soal ijazah yang jadi syarat mutlak seorang pemimpin dalam Undang-undang pemilu.

“Kami dari Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi meminta pihak penyelengara Pilkada KPU dan Bawaslu Lamteng, mengkalrifikasi tentang Ijazah salah bakal Balon Bupati Lamteng Musa Ahmad diduga diragukan keabsahan ijazahnya,” ujarnya.

Risaman mempertanyakan Musa Ahmad masuk Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai status awal mahasiswa pindahan dari kampus mana atau perguruan tinggi mana? Menurutnya, Musa Ahmad kuliah di kampus tersebut dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 0736881P program Studi Ilmu Admistrasi Negara masuk tahun 2007 dan lulus 10 September 2008 dengan ijasah Nomor 31/002/35/S1/2008.

“Masuk kuliah tahun 2007 dan lulus tahun 2018, masa Kuliah cuma satu tahun. Maka dari itu kami berharap KPU dan Bawaslu untuk memproses secara transparan dan teliti terkait perihal klarifikasi dugaan ijazah palsu tersebut,” pintanya.

Risaman Sanjaya menambahkan, data yang himpun dari berbagai sumber, bahwa nama di ijazah SD, SMP dan SMA nama yang tertera Muso Ahmad bukan Musa Ahmad, seharusnya mengacu undang-undang yang berlaku ada akte pergantian nama melalui sidang di pengadilan negeri. Kami tetap mengacu azas praduga tidak bersalah, apabila secepatnya tidak respon, kami akan turunkan masa untuk demo aksi damai,” tutupnya. (Arifin)