Kejari Tangsel Setor ke Kas Negara 2,3 M Hasil Korupsi Dana Hibah KONI dan Lainnya

oleh -
oleh
kejari tangsel

NASIONALNEWS.ID TANGERANG SELATAN – Uang hasil korupsi bernilai miliaran rupiah dari beberapa kasus di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang ditangani Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejari) Kota Tangsel disetorkan ke kas negara masuk dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) setelah mendapatkan keputusan hukum tetap (incraht), salah satunya kasus korupsi dana hibah (Komite Olahraga Nasional Indonesia) KONI Kota Tangsel.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Tangsel, Silpia Rosaliana mengatakan, bahwa beberapa kasus yang ditangani Kajari Kota Tangsel berhasil menyita sejumlah uang bernilai miliaran rupiah dan masuk dalam PNBP karena telah memiliki kekuatan hukum tetap.

“Ada dua kegiatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari dua bidang, dari penangan perkara yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan yang telah berkekuatan hukum tetap atau incraht sejumlah Rp2.349.058.028,- (dua milyar tiga ratus empat puluh Sembilan juta lima puluh delapan ribu dua puluh delapan rupiah- red) dan ini akan kita limpahkan ke negara ,” Katanya, saat memimpin pers reeles di Aula Kajari Kota Tangsel, Kamis (14/10/2022).

Kasus-kasus tersebut diantaranya perkara Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Dana Hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangsel Tahun 2019.

Dalam rilis yang disampaikan, Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan telah melaksanakan eksekusi uang sebesar Rp. 1.122.537.028,- (satu milyar seratus dua puluh dua juta lima ratus tiga puluh tujuh ribu dua puluh delapan rupiah) yang berasal dari 2 Terpidana, yaitu dari terpidana Suharyo, Denda sejumlah Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) telah disetorkan pada tanggal 29 Maret 2022, Uang Pengganti sejumlah Rp. 386.537.028,- (tiga ratus delapan puluh enam juta lima ratus tiga puluh tujuh ribu dua puluh delapan rupiah) telah disetorkan pada Tanggal 8 Maret 2022. Terpidana lain, Rita Juita , dengan Denda sejumlah Rp.50.000.000,- lima puluh juta rupiah) disetorkan pada tanggal 08 Maret 2022, Uang Pengganti sejumlah Rp.736.000.000,- (tujuh ratus tiga puluh enam juta rupiah) telah disetorkan pada Tanggal 8 Maret 2022;

Selain itu Kejari Tangsel juga melaksanakan eksekusi 1 unit Mobil Merk Toyota Rush 1.5 S A/T Tahun 2019 No. Pol : B 1124 WZP Warna Hitam Metalik No. Sin : 2NRF839171 No. Ka :MHKE8FB3JKK026772 dan 1buah STNK Mobil Merk Toyota Rush 1.5 S A/T Tahun 2019 No. Pol : B 1124 WZP Warna Hitam Metalik No. Sin : 2NRF839171 No. Ka : MHKE8FB3JKK026772 yang dikembalikan kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Dari perkara lain PNBP sebesar Rp.1.226.521.000,- (satu milyar dua ratus dua puluh enam juta lima ratus dua puluh satu ribu rupiah) berasal dari 2 perkara yang juga telah berkekuatan hukum tetap yaitu Perkara atas nama Terpidana Zhou Yanhua sebesar Rp.993.521.000,- (sembilan ratus sembilan puluh tiga juta lima ratus dua puluh satu ribu rupiah), kasus posisi singkat Terpidana Zhou yanhua pada waktu tertentu di bulan Maret tahun 2022, bertempat di Sentral Cargo Tangerang Serpong. Jl. Raya Serpong KM.8, Kampung Wates, RT.002 RW.003, Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong utara, Kota Tangerang selatan

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan, menawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana Pasal 29 ayat (1) yaitu barang kena cukai yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai atau pembubuhan tanda pelunasan cukal lainnya hanya boleh ditawarkan, diserahkan, dijual, atau disediakan untuk dijual,” tuturnya.

Kajari Tangsel menambahkan, setelah dikemas untuk penjualan eceran dan dilekati pita cukai atau dibubuhi tanda pelunasan cukal lainnya yang diwajibkan sehingga mengakibatkan potensi kerugian sebesar 1.564.600 batang X Rp 635,00 per batang = Rp 993.521.000,00 (sembilan ratus sembilan puluh tiga juta lima ratus dua puluh satu ribu rupiah).

“Perkara yang kedua atas nama terpidana, Albert Tanudjaja sebesar Rp 233.000.000. Uang tersebut adalah barang bukti yang telah disita dalam berkas perkara melanggar Pasal 49 Ayat 1 huruf a, b dan c Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI nomor 10 Tahun 1999 tentang Perbankan,” pungkasnya. (Yuyu)

No More Posts Available.

No more pages to load.