Ketua LSM WGAB: Demi Rakyat, Berikan Kewenangan Gubernur Untuk Menetapkan WPR

oleh -

NASIONALNEWS.ID, JAYAPURA – Peduli nasip warga Korowai, Ketua LSM WGAB Provinsi Papua meminta Menteri agar memberikan wewenang Penuh kepada Gubernur dalam Penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), Jayapura, Kamis (7/2/19).

Ketua LSM WGAB Yeri Basri Mak menyampaikan, demi kepentingan masyarakat kecil yang ada di wilayah Korowai, Yahukimo dan sekitarnya, LSM WGAB Papua meminta kepada Menteri untuk menperbolehkan memberikan wewenang kepada Gubernur untuk penetapan WPR.

“Sebab masyarakat tidak bisa menunggu lama, misalkan dari Jayapura ke korowai dan sebagainya butuh waktu dan biaya yang sangat besar sebab hal ini menyangkut isi perut atau kebutuhan, dan kepentingan rakyat,” ucapnya.

Di ketahui, WPR memiliki luas hanya berukuran satu sampai dengan sepuluh hektar. Maka itu, LSM WBAG mengusulkan untuk memberikan kewenangan dalam hal menetapkan WPR kepada Gubernur dan hal itu di pandang lebih terhormat.

“Kasihan masyarakat harus menuntut haknya dengan berlarut-larut, sedangkan wilayah itu milik rakyat dan mereka ingin menjadi tuan di negrinya sendiri, serta ingin menikmati hasil alam di daerahnya sendiri, dan bila kebijakan tersebut di berikan kepada Gubernur, hal itu di nilai lebih terhormat, kalau semuanya harus melalui kementerian kasihan masyarakat kecil, Menurut saya Untuk WPN, WUP itulah menjadi tugas Menteri, untuk WPR berikanlah wewenang untuk Gubernur yang mengaturnya”, ungkap Yeri Basri Mak.

Dijelaskan Yeri Basri, bahwa segala bentuk pengurusan bisa ditunda, akan tetapi masalah perut atau kebutuhan masyarakat itu menjadi kebutuhan primer. “Jangan membuat masyarakat lapar ibarat tikus mati di lumbung padi,” tandasnya.

Lanjut Yeri Basri, dirinya sebagai pihak LSM berharap agar para suku pendatang yang mengadu nasip di wilayah Korowai dan sekitarnya tetap menghormati, memahami, dan menghargai hak dari pemilik hak ulayat setempat.

“Saya sarankan agar bekerja sama dengan pemilik hak ulayat dengan baik dan jangan main serobot, belajar memahami dan beradaptasi dengan adat istiadat wilayah setempat, agar semuanya bisa aman dalam mencari kelangsungan hidup di wilayah korowai dan sekitarnya”, harapnya.

Masih Yeri, dirinya mengingatkan satu hal kepada suku pendatang bahwa, jangan pernah membodohi masyarakat yang masih awam, namun berikanlah pemahaman terkait bagaimana caranya bekerja dengan baik, berikanlah hak masyarakat yang sesuai, karena itulah yang di sebut memberdayakan masyarakat pemilik hak ulayat setempat,” tutupnya. (Yeri Tarima/Ang)

No More Posts Available.

No more pages to load.