Lentera Bersinar Indonesia Pinta Uang Rp7,5 Juta Rehab Narkoba Anak di Bawah Umur

oleh -
oleh
badan narkotika nasional
Lambang Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lentera Bersinar Indonesia (LBI)

NASIONALNEWS.ID JAKARTA – Tempat rehabilitasi Narkoba Lentera Bersinar Indonesia (LBI) meminta uang rehab anak di bawah umur. Hal itu dikeluhkan seorang ibu warga Tegal Alur.

“Saya dimintai uang 7 juta 5 ratus perbulan untuk biaya rehab anak di Lentera Bersinar Indonesia,” keluhnya, Selasa (18/6/2004).

Minggu, 16 Juni 2024 sehari menjelang Hari Idul Adha anaknya diamankan Polsek Cengkareng dugaan pencurian nyaris diamuk massa, setelah dites urine hasilnya positif memakai Narkoba dan dugaan pencurian tidak terbukti. Kemudian Senin paginya (17/6/2024) dikirim ke tempat rehabilitasi Narkoba LBI di Perumahan Citra 3 blok F1 Pegadungan, Kalideres, Kota Jakarta Barat.

“Waktu datang kesitu mau menemui anak saya, ketika mau masuk ke dalam tempat rehab HP saya ditahan tidak boleh dibawa masuk,” tuturnya.

Menurutnya, dia datang membawa uang Rp5 juta agar anaknya dibebaskan dari rehab, tetapi tidak bisa dan diminta membayar biaya rehab Rp7,5 juta, kalau tidak anaknya akan dipindahkan lebih jauh, uang 1 juta diminta buat DP atau Downpayment.

“Hari Selasa datang kedua kalinya, tidak boleh menemui anak saya, harus buat janji terlebih dahulu melalui nomor telepon admin,” tutupnya.

Ketika dikonfirmasi, Pimpinan Lentera Bersinar Indonesia, Ronald mengakui meminta uang biaya rehabilitasi narkoba sebesar Rp7,5 juta untuk anak di bawah umur.

“Di sini rehab berbayar bukan gratisan, kalau mau gratis buat surat keterangan tidak mampu, kita pindahkan bukan rehab di sini,” jelasnya.

Ronald menantang wartawan memberitakan hal tersebut dan menantang Kapolsek Cengkareng, Hasoloan Situmorang untuk menelpon dirinya.

“Silahkan bro diberitakan, pihak kepolisian sudah menyerahkan ke tempat rehab Polsek Cengkareng sudah tidak ada urusan lagi, suruh Kopolsek Cengkareng atau Panitnya suruh telepon saya, masih sayang ga sama jabatannya dan Kaang masih mau jadi panit ga atau mau dipindah,” tantangnya.

Ronald menambahkan, bahwa kalau tidak ada janji ibunya tidak boleh masuk, harus buat janji sama admin dan nanti dijadwalkan sama admin.

“Harus buat janji, nanti sama admin dikabarin kapan bisa ketemu,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta, Penerus Bonar mengatakan, bahwa wartawan jangan takut diintimidasi dan kalau itu fakta di lapangan diberitakan saja.

“Wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya dilindungi undang-undang pers dan salah satu fungsi Pers adalah kontrol sosial melakukan konfirmasi ketika ada kejanggalan,” tegas Bonar di acara Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang digelar PWI DKI Jakarta, Rabu (19/6/2024) siang.

Menurutnya, wartawan mendapat temuan maupun informasi adanya dugaan pelanggaran atas Undang Undang Perlindungan Anak, sah-sah saja jika melakukan konfirmasi ke tempat dimana dugaan peristiwa itu terjadi.

“Abang silahkan berkomunikasi sama pengawas rehabilitasi narkoba, untuk lebih jelasnya,” ungkapnya. (SL)

No More Posts Available.

No more pages to load.