Merasa Dizalimi Karyawan PT LBAM Grudug Disnakertrans Tangsel

oleh -
PT Lestari Busana Anggun Mahkota
Salah satu kuasa hukum buruh PT LBAM dari Chairul Aman dan Partners, Moh Lukito Probowo SH MH (kemeja putih) saat diwawancarai wartawan usai pertemuan tripartit di kantor Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (26/8/2021).

NASIONALNEWS.ID TANGERANG SELATAN – Didampingi kuasa hukum, perwakilan karyawan PT Lestari Busana Anggun Mahkota (LBAM) mendatangi kantor Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kedatangannya memenuhi undangan tripartit atas permohonan pencatatan perselisihan hubungan industrial, karena merasa dizalimi haknya sebagai karyawan.

Salah satu kuasa hukum karyawan dari Chairul Aman dan Partners, Moh Lukito Probowo mengatakan, kedatangannya beserta tim dan sembilan orang buruh  PT LBAM untuk menyampaikan surat pengaduan masalah perselisihan hubungan industrial antara 81 buruh PT LBAM dengan pihak manajemen perusahaan. Permasalahan hubungan industrial antara kedua belah pihak bermula saat pihak perusahaan menawarkan kepada 82 orang pekerja untuk dimutasikan (pindah lokasi kerja) dari Ciputat, Kota Tangsel ke lokasi cabang perusahaan di daerah Subang, Jawa Barat.

“Atas penawaran pihak perusahaan tersebut, para pekerja dalam hal ini klien kami bersedia untuk dipindahkan ke cabang perusahaan di Subang Jawa Barat dengan catatan semua keperluan hidup diantaranya biaya pindah, biaya kontrak rumah dan biaya pindah sekolah anak semuanya menjadi tanggung jawab pihak perusahaan,” jelas Lukito kepada Nasional News, usai pertemuan tripartit, Kamis (26/8/2021).

Lanjutnya, tetapi pihak perusahaan tidak menanggapi permohonan tersebut, malah mengeluarkan aturan dan kebijakan baru, yaitu adanya penurunan gaji karyawan, dengan catatan bagi karyawan yang tidak sepakat atas penurunan gaji tersebut dipersilahkan untuk mengundurkan diri.

“Tentu saja kebijakan perusahaan yang tidak adil tersebut, membuat para buruh dan pekerja klien kami sangat keberatan,” ungkap Lukito.

Menurutnya, atas kebijakan perusahaan yang tidak adil tersebut para pekerja melalui serikat buruh telah berusaha menyampaikan aspirasinya agar pihak perusahaan tidak berbuat sewenang-wenang dalam mengeluarkan aturan, buruh memilih PT LBAM melakukan
pemutusan hubungan kerja (PHK), sepanjang hak-haknya sebagai pekerja dipenuhi pihak perusahaan sesuai aturan dalam Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Karena proses perjanjian bipartit tak sesuai dan tak terlealisasi,” ujarnya.

Lukito meminta kepada pihak Disnakertrans Kota Tangsel bertindak sesuai ketentuan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.

“Untuk menyelesaikan Perselisihan tersebut melalui mediasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutupnya.

Salah satu buruh PT Lestari Busana Anggun Mahkota Ciputat, Arminah menyatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya dan langkah untuk melakukan musyawarah dengan pihak perusahaan berkaitan dengan masalah hak-hak pekerja. Namun, tidak ditanggapi pihak perusahaan

“Karena upaya kami menyampaikan surat permohonan musyawarah dengan pihak perusahaan pada tanggal 30 Juli 2021 tidak ditanggapi, maka kami melalui kuasa hukum kembali menyampaikan surat permohonan kedua pertemuan dengan pihak perusahaan untuk melakukan musyawarah dengan batas waktu sampai dengan tanggal 8 Agustus 2021. Namun justru pada hari Rabu, tanggal 4 Agustus 2021 pihak perusahaan melakukan tindakan pelarangan aktivitas kerja kepada para pekerja di perusahaan,” pungkasnya.

Kepala Seksi (Kasie) Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Disnakertrans Tangsel, Mohamad Oji mengatakan, dalam pertemuan tripartit di kantor Disnakertrans belum ditemukan kesepakatan diantara kedua belah pihak.

“Maka kami pihak mediator akan menjadwalkan kembali tripartit antara kedua belah pihak yang berselisih pada hari Selasa, 31 Agustus 2021 mendatang,” tandasnya.

Pertemuan Tripartit di kantor Disnakertrans Kota Tangsel antara PT LBAM yang diwakili Irmadini selaku HRD bersama 6 orang kuasa hukum pekerja yang dipimpin Chairul Aman, SH.MH dan didampingi anggota kuasa hukum Moh Lukito Probowo, SH.MH, M. Anwar, SH, Slamet Riadi, SH, Arman Suparman, SH.MH, Rando Vittoro, SH, M. Risvan Whana Putra, SH dan dua orang perwakilan pekerja yaitu Arminah dan Siti Masitoh dan dimoderatori Kasie Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) Disnakertrans Kota Tangsel, H. Mohamad Oji, SE. (yuyu)

No More Posts Available.

No more pages to load.