Merasa Dizolimi Penyidik, Pengacara Korban, Denis Kuswara Minta Penangguhan

oleh -
Img 20200926 001122

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Merasa dizolimi menjadi korban kriminlisasi oknum penyidik kepolisian, pengacara  korban dari Denis Kuswara. SH dan Rekan mengupayakan penangguhan penahanan ke Polres Jakarta utara.

Polres Jakarta Utara menetapkan tersangka berdasarkan Nomer LP/1115/V/2019/RJS terkait dugaan pemalsuan data pasal 263.pelopor  H. Muhamad Fuadi.

Denis Kuswara menjelaskan Kronologis kejadian berawal dari laporan H Muhamad Fuadi ke Polres Jakarta Selatan, namun terlihat justru pelaporan tersebut di limpahkan ke Polres Jakarta Utara.

Dengan nomor pelaporan yang sama.

Pelapor ( H. Muhamad Fuadi ) adalah Pengurus dan selaku Pemegang Saham pada Perusahaan yang bernama PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA sesuai Akta Perubahan Perusahaan yang dibuat di Notaris Stephany Maria Lilianti, SH. No. 20 tanggal 7 April  2019, dengan susunan pengurus sebagai berikut, H.Muhammad Fuadi sebagai Komisaris Utama dan sebagai Pemegang 210 lembar saham senilai Rp.210.000.000,- (dua ratus sepuluh juta rupiah).

H. Iran Saepudin sebagai Komisaris dan sebagai Pemegang 12 lembar Saham senilai Rp. 12.000.000,- (dua belas juta rupiah).

Hj. ST. Emay Humaeroh, SE sebagai Komisaris dan Pemegang 51 lembar Saham senilai Rp.51,000,000,- (lima puluh satu juta rupiah).

Dewi Utami sebagai Komisaris dan Pemegang 12 lembar Saham senilai Rp.12.000.000,- (dua belas juta rupiah).

Erwin Eka Kurniawan sebagai Direktur Utama dan Pemegang 180 lembar Saham senilai Rp.180.000.000,- (seratus delapan puluh juta rupiah)

H.Tadjuddin Ius. SE (klien) sebagai Direktur dan Pemegang 90 lembar saham senilai Rp.90.000.000,- (sembilan puluh juta rupiah).

Robby Sumargo sebagai Direktur dan Pemegang 45 lembar Saham senilai Rp.45.000.000,- (empat puluh lima juta rupiah).

Untuk menunjang perjalanan usahanya, PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA membutuhkan peralatan kerja berupa 20 Unit kendaraan Dump Truck. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut para pengurus dalam hal ini Direktur Utama, Direksi dan Komisaris Utama serta Komisaris PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA sepakat untuk mengajukan pembelian 20 kendaraan Unit Dump Truck dengan cara melalui pengajuan kredit
kepada PT. ASTRA SEDAYA FINANCE, yang beralamat di Jl. TB. Simatupang  No.90 Jakarta Selatan.

Semula PT. ASTRA SEDAYA FINANCE belum bisa memenuhi permohonan kredit yang diajukan PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA dikarenakan perusahaan tersebut baru berdiri 1 (satu) tahun dan belum memenuhi unsur kelayakan sebagai pemohon kredit, dan untuk terpenuhinya kelayakan permohonan kredit dapat dikabulkan dengan syarat diperlukan perusahaan penjamin untuk bisa mendapatkan persetujuan kredit 20 unit kendaraan Dump Truck dari PT. ASTRA SEDAYA FINANCE.

Berdasarkan kesepakatan bersama antara para pengurus dan para pemegang saham PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA maka Klien Kami sebagai Direktur Utama PT. TUBAGUS JAYA MARITIM dan H. Muhammad Fuadi sebagai Komisaris PT. TUBAGUS JAYA MARITIM telah menyetujui untuk menjadikan PT. TUBAGUS JAYA MARITIM sebagai Perusahaan Penjamin untuk menjadikan PT. TUBAGUS JAYA MARITIM sebagai perusahaan penjamin, maka diperlukan kelengkapan persyaratan surat-surat yang harus ditanda tangani oleh Direktur Utama PT. TUBAGUS JAYA MARITIM (Klien Kami) dan Komisaris PT. TUBAGUS JAYA MARITIM yaitu Sdr. H.Muhammad Fuadi, dalam melengkapi administrasi syarat-syarat permohonan kredit, Klien Kami dibantu staftnya yang bernama Sdr. H. Nur Kholik untuk berhubungan dengan staft marketing PT. ASTRA SEDAYA FINANCE yang diketahui bernama Sdr. Frans.

Selain syarat-syarat umum pengajuan kredit juga dibutuhkan surat permohonan pengajuan kredit dari PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA yang dalam isi Surat nya harus ditanda tangani oleh Pengurus PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA yaitu H. Muhammad Fuadi, H. Iran Saefudin, ST. Emay Humaeroh. SE. Dewi Utami, Erwin Eka Kurniawan, Robby Sumargo dan H. Tadjuddin Ius, SE (Klien).

Surat permohonan dari PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA juga diperlukan surat persetujuan dari Perusahaan Penjamin yaitu dari PT. TUBAGUS JAYA MARITIM yang dalam isi suratnya harus ditanda tangani oleh Direktur Utama yaitu Klien Kami dan H.Muhammad Fuadu selaku Komisaris PT. TUBAGUS JAYA MARITIM.

Bahwa, menurut H. Nur Kholik dalam keterangannya di hadapan penyidik Polres Jakarta Selatan semua draft surat-surat yang harus ditandatangani oleh pemohon kredit dan oleh perusahaan penjamin sudah di persiapkan dan diberikan langsung oleh pihak PT. ASTRA SEDAYA FINANCE melalui staft marketing yang bernama Sdr. Frans yang kemudian bersama-sama dengan Sdr. H. Nur Kholik mendatangi Klien kami untuk meminta tanda tangan klien kami yaitu H. Tadjuddin Ius. SE.

Sdr. H. Nur Kholik (ditetapkan tersangka), karena banyaknya berkas yang harus di tanda-tangani oleh Klien kami selaku Direktur Utama PT. TUBAGUS JAYA MARITIM sebagai perusahaan penjamin, maka Sdr. Frans menunjukkan kepada klien kami lembar demi lembar untuk posisi atau tempat/kolom yang harus di tanda-tangani oleh klien kami sesuai dengan jabatannya.

Setelah semua berkas sudah lengkap di tanda-tangani oleh Klien Kami, berkas tersebut di serahkan oleh Sdr. H. Nur Kholik untuk dimintakan tanda tangan kepada Sdr. Muhammad Fuadi selaku Komisaris PT. TUBAGUS JAYA MARITIM, dan oleh karena ada berkas yang harus ditanda tangani oleh Sdri. ST. Emay Humaeroh , SE sebagai Komisaris dan juga sekaligus sebagai istri dari Sdr. H.Muhammad Fuadi maka draf tersebut oleh Sdr. H. Muhammad Fuadi di bawa pulang ke rumah untuk di mintakan tanda tangan oleh Sdri. ST. Emay Humaeroh, SE. yang kemudian ke esokan harinya berkas tersebut diserahkan kembali oleh Sdr. H Muhammad Fuadi kepada Sdr. H. Nur Kholik dan selanjutnya berkas yang sudah ditanda-tangani tersebut diserahkan oleh Sdr. H. Nur Kholik kepada Sdr. Frans.

Kredit pengadaan kendaraan 20 unit Dump Truck  disetujui oleh PT. ASTRA SEDAYA FINANCE, kemudian dibuatkan surat kontrak kredit yang harus ditandatangani pihak PT. TUBAGUS JAYA MARITIM dengan ketentuan yang akan melakukan pembayaran angsuran kredit adalah Pihak PT.  KESARA MAHADANA AKSHAYA hingga sampai dengan saat ini hal ini dibuktikan dengan  bukti kwitansi pembayaran angsuran kredit dari 20 Unit Dump Truck yang di bayarkan oleh PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA.

Surat Kontrak kredit di setujui oleh PT. ASTRA SEDAYA FINANCE, kemudian sebanyak 20 unit kendaraan Dump Truck telah dikirim dari Dealer Sunter, Jakarta Utara ke lokasi kerja PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA di Lampung dan nama yang tertera dalam Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) terbitp atas nama PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA perlu diketahui bahwa kemudian Pelapor yaitu H. Muhammad Fuadi bersama Sdr. Iran Saepudin berkunjung ke lokasi kerja PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA di Lampung untuk melihat dan menyaksikan keberadaan 20 unit kendaraan Dump Truck tersebut. Hal tersebut di ungkapkan oleh Nur Kholik,SE alias Khollik bin Udjer .lewat Pengacaranya Denis Kuswara ,SH dan Dony Widodo,SH, Juga (25/9/2020)

Denis Kuswara mengatakan, bahwa berdasarkan Kitab Hukum Acara Pidana (KUHAP) Pasal 72 yang menyatakan, atas permintaan tersangka atau penasehat hukumnya pejabat yang bersangkutan memberikan turunan berita acara pemeriksaan untuk kepentingan pembelaanya.

“Bahwa dalam penjelasan Pasal 72 KUHAP, yang dimaksud dengan untuk kepentingan pembelaanya ialah mereka yang wajib menyimpan isi berita acara tersebut untuk diri sendiri. Yang dimaksud dengan turunan ialah dapat berupa fotokopi. Yang dimaksud dengan pemeriksaan dalam pasal ini ialah pemeriksaan tersangka,” ungkap Denis  Kuswara.

”Kami sudah mengupayakan penangguhan penahanan namun sampai detik ini belum ada realisasi dari polres Jakarta utara.Makanya kami berharap Kapolri segera evaluasi kinerja polres jakarta utara atas dugaan kriminalisasi,” ucapnya.

Selaku Kuasa Hukum dari tersangka Kholik sudah meminta  permohonan Turunan Berita Acara Pemeriksaan . berdasarkan KUHAP pasal 72 beserta penjelasannya sudah sangat jelas Turunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang berupa fotocopy adalah Hak dari tersangka yang dimana diwakilkan oleh kami selaku Kuasa Hukum. tindakan dari Penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara Unit IV Resmob sangat bertentangan dengan KUHAP maupun Perkap Kapolri No 6 Tahun 2019 Tentang Penyidikan Tindak Pidana

Dalam proses penyelidikan setiap anggota Polri yang bertugas sebagai penyidik maupun penyidik pembantu dan diruang lingkup penyidikan diwajibkan bertindak secara profesional, transparan dan akuntabel demi tegaknya supremasi hukum yang mencerminkan kepastian hukum, dan rasa keadilan. Bahwa pelapor adalah kakak kandung dari terlapor dimana seharusnya menurut pasal 168 dan 169 kuhap kesaksian sedarah tidak dapat diterima kesaksiannya. Bahwa Nurkholik adalah saksi yang melihat bahwa tanda tangan yang di maksud adalah asli bukan palsu, tetapi kenapa H Nurkholik malah di jadikan tersangka, jelas ini dugaan Kriminalisasi.

”Kami selaku Kuasa Hukum tetap meminta Turunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP),” tegasnya .

“Bahwa berdasarkan fakta hukum, Tindakan dari team unit IV Resmob Satreskrim Polres Jakarta Utara yang hingga sampai saat ini tidak memberikan Turunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) adalah bentuk ketidak profesional, transparan dan akuntabel, hal tersebut diatas sudah selayaknya satuan Unit IV Resmob Satreskrim Polres Jakarta Utara dapat diperiksa sesuai dengan peraturan Kapolri. Serta Evaluasi kinerja Penyidik Polres Jakarta Utara,” ujarnya.

Ketika awak media konfirmasi ke Humas Polres Jakarta utara ,pihak wartawan tidak di diperbolehkan wawancara justru diminta diarahkan berkirim surat terlebih dahulu.namun Tim awak media mencoba  berkirim surat ke Kasubag Humas namun belum ada balasan. Ketika di temui Kompol Sungkono mengatakan,”tolong berkirim surat saja ke Humas nanti kita sampaikan ke Kasatreskrim ,” ungkapnya. (BB)