Pelabuhan Merak Tidak Layani Pemudik dari Zona Merah Covid-19

oleh -
pelabuhan merak
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Banten, Kombes Pol Wibowo saat diwawancarai wartawan disela Operasi Ketupat Kalimaya 2020 hari ke-3 di Pelabuhan Merak, Minggu (26/4/2020).

NASIONALNEWS.ID, CILEGON – Adanya anjuran pemerintah yang melarang masyarakat untuk tidak melangsungkan kegiatan mudik jelang hari raya idul fitri 1441 Hijriah. Kepolisian Daerah (Polda) Banten melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten bekerja sama dengan pihak PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Merak telah sepakat untuk tidak melayani penyeberangan atau kendaraan yang mudik, terkecuali masyarakat di luar zona merah Covid-19.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Banten, Kombes Pol Wibowo mengatakan, bahwa telah menggelar Operasi Ketupat Kalimaya 2020 yang saat ini sudah memasuki hari ke-3. Dalam menegakkan anjuran pemerintah untuk tidak mudik di masa pandemi covid-19, masyarakat diharapkan tidak nekat mudik, dipastikan pemudik akan diberhentikan dan dilakukan pemeriksaan oleh pihak Kepolisian lokasi check point.

“Kami dengan pihak ASPDP sudah sepakat untuk tidak melayani penyeberangan penumpang atau kendaraan yang akan mudik (kecuali yang diizinkan), Pelabuhan Merak hanya melayani angkutan barang, seperti sembako dan BBM atau peralatan medis” jelas Wibowo kepada awak media di Pelabuhan Merak, Minggu (26/4/2020).

Wibowo menerangkan, selama digelar Ops Ketupat Kalimaya 2020, pihak Kepolisian telah melakukan penyekatan di beberapa titik dalam Operasi Ketupat Kalimaya. Salah satunya di gerbang tol Merak

“Total kendaraan mudik menuju pelabuhan Merak yang diputar balik sampai dengan hari ke-3 Ops Ketupat Kalimaya 2020 tercatat sebanyak 555 unit. Dengan rincian hari pertama 257 unit, hari ke-2 186 unit dan hari ini 112 unit,” tutup Dirlantas Polda Banten.

Dilokasi berbeda Kabid Humas Polda Banten, Edy Sumardi menyampaikan Operasi Ketupat Kalimaya 2020 merupakan operasi kemanusiaan yang lebih mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif sebagai upaya Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait adanya larangan untuk tidak mudik serta pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

“Operasi Ketupat Kalimaya di tahun ini sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya, karena lebih awal dilaksanakan dan lebih spesifik berdasarkan sasaran operasi di tengah kondisi Pandemi Covid-19” tutur Kabid Humas.

Edy Sumardi berharap, seluruh elemen masyarakat dapat bekerjasama dalam mendukung kebijakan pemerintah tentang larangan mudik, hal tersebut bertujuan untuk menjaga keselamatan warga dan keluarga di kampung halaman.

“Mari sayangi keluarga anda, jangan bawa potensi virus ke kampung halaman dan lebih baik di rumah aja,” pungkasnya. (Hms/SL)