Perjudian Merajalela, Tokoh Agama Nabire Minta Polisi Tegas

oleh -401 views

NASIONALNEWS.ID, NABIRE – Lokasi perjudian yang berada di belakang pusat pertokoan Nabire dikeluhkan masyarakat. Tidak hanya itu, penyakit masyarakat ini juga disoal Tokoh Agama, Abdul Rahman selaku ketua 1 Panitia Kesejahteraan Masjid (PKM) Masjid Baiturrahman Oyehe Nabire.

“Segala bentuk perjudian tidak di perbolekan oleh setiap agama apapun yang ada di negara kita, sehingga hal itu yang menjadi dasar agar pihak aparat keamanan dalam hal ini Kepolisian untuk dengan tegas memberantas apa yang disebut judi sesuai aturan larangan yang sudah di tetapkan oleh Pemerintah,” ungkap Abdul Rahman kepada awak media, rabu (18/9/2019).

Hironisnya lanjut Abdul, lokasi perjudian berada bersebelahan dengan Masjid Baiturrahman Oyehe Nabire dan Pos Polisi (pospol). Bahkan, fenomena ini sudah bertahun-tahun.

“Saya rasa ini bisa terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat dan diduga lemahnya tindakan aparat kepolisian dalam memberantas kegiatan perjudian. Baik judi togel dan raulette serta bermacam judi lainnya.

Dijelaskan Abdul, dirinya hanya sebagai Tokoh Agama sehingga dengan adanya kondisi ini dirinya hanya mampu mengingatkan para jemaat agar tidak melakukan hal perjudian tersebut.

“Untuk memberantas hal tersebut adalah tugas pokok aparat yang berkompeten yakni pihak kepolisian setempat,” tegasnya.

Hal senada disampaikan salah satu warga yang enggan disebut namanya, bahwa dirinya sangat menyayangkan adanya fenomena perjudian itu yang berangsur lama. Atas kondsi ini, dirinya mempertanyakan kinerja kepolisian dalam memberantas judi.

“Memang sudah sering di berantas tapi pihak kepolisian diduga terkesan kurang serius, sebab tindakan kepolisian bukan benar- benar memberantas perjudian yang ada di belakang pertokoan tepat di pusat kota Nabire, namun pemberantasan judi tersebut diduga hanya dilakukan sebagai bagian dari pada pencitraan saja,” bebernya.

Dirinya berharap agar, pihak kepolisian menindak tegas dan menghentikan giat perjudian yang bermarkas di belakang pertokoan tersebut, karena dinilai cukup meresahkan warga dan merusak citra serta pemandangan kota Nabire,” tutupnya.(YT/Angga)