Perkelahian Anak di Bogor Berakhir Damai, Orang Tua Sebut Ajang Introspeksi

oleh -
oleh
img 20230406 141448

NASIONALNEWS.ID TANGERANG – Perkelahian antar anak di salah satu lembaga pendidikan Islam di daerah Pagentongan, berakhir dengan damai (Diversi) di Pengadilan Negeri Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/4/2023). Salah satu orang tua anak menyebut kejadian tersebut sebagai ajang introspeksi bersama.

Perkara anak setelah mengalami proses yang cukup panjang , akhirnya Pengadilan Negeri Kota Bogor berhasil mendamaikan kedua belah pihak. Kesepakatan itu terjadi setelah kedua belah pihak sepakat berdamai dengan kesepakatan yang di sepakati bersama.

Salah satu orang tua anak asal Cisauk Kabupaten Tangerang, merasa bersyukur, setelah hampir 7 bulan kasus yang menimpa anaknya bisa selesai di meja perdamaian yang dipimpin Kepala Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor.

“Saya bersyukur, apa yang saya harapan dari awal persoalan ini pada akhirnya selesai dengan damai, saya ucapkan terima kasih pada pihak pengadilan dan juga kejaksaan serta semua orang tua sehingga perdamaian ini bis terwujud,” katanya kepada Nasionalnews.id usai perdamaian di PN Kota Bogor.

Sebagai orang tua, dirinya meminta maaf kepada semua pihak atas kejadian tersebut.

“Saya mohon maaf, kepada pihak pengadilan,kejaksaan, yayasan Pondok pesantren, sekolah, pak Didi serta yang lainnya, mungkin ada sikap saya yang tidak berkenan, itu semua kekhilafan saya sebagai manusia biasa,” tuturnya.

Ia menganggap kejadian tersebut sebagai pembelajaran untuk dirinya dan juga semuanya dalam hal mendidik anak.

“Kejadian ini pembelajaran dan ajang introspeksi buat saya, mungkin ini teguran dari Allah agar kita lebih mawas diri dan lebih baik lagi dalam mendidik anak, karena kalau kata pepatah anak itu cerminan orang tua,” ucapnya.

Rasa syukur juga diucapkan orang tua lainnya, yang mengaku lega karena permohonan maafnya bisa dikabulkan oleh orang tua korban.

“Alhamdulillah selama berproses dan akhirnya kami selaku orang tua bersyukur permintaan maaf diterima sama orang tua korban,” pungkasnya. (Yuyu)

No More Posts Available.

No more pages to load.