Perselisihan Antara Perusahaan Leasing dan KSPSI Berakhir Damai

oleh -176 views

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Perselisihan antara perusahaan leasing Andalan Finance dengan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) berakhir damai. Hal tersebut dikatakan Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten, Dedi Sudarajat saat menggelar konferensi pers di kantor DPD yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan II, RT 07/03, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kamis (17/10/2019).

“Pihak leasing Andalan Finance yang diwakili langsung dari kantor pusat hari ini mendatangi DPD KSPI untuk meminta maaf. Permohonan maaf tersebut tentunya kami terima dengan baik, dan sebelumnya kita juga sudah meminta arahan kepada penasehat kami, yaitu pak Yusuf,” ujarnya.

Dedi menjelaskan, pada 7 Oktober 2019 anggotanya berselisih paham dengan oknum kolektor perusahaan Andalan Finance. Oknum perusahaan leasing tersebut sempat melakukan tindakan kekerasan kepada anggota KSPSI.

“Karena tindak kekerasan ini terjadi di kantor DPD KSPSI Provinsi Banten maka kami mengecamnya. Saya minta pertanggung jawaban perusahaan untuk bertanggung jawab pada saat itu,” jelasnya.

Menurut Dedi, tindakan kekerasan terjadi ketika debitur atau anggotanya menunggak pembayaran selama 4 bulan. Dari informasi yang didapat kata Dedi, pihak debitur saat didatangi kolektor berniat untuk membayar dan melunasi pembayaran.

“Mungkin kurang baiknya komunikasi antara debitur dan kreditur maka terjadilah perselihan hingga menimbulkan kekerasan,” terangnya.

Ditempat yang sama, Alfredo Situmorang, Kepala Kolektor Andalan Finance pusat saat ditemui mengatakan bahwa kejadian kekerasan yang dilakukan oknum pegawainya merupakan kurangnya komunikasi. Kata dia, dirinya dalam melakukan penarikan terhadap debitur yang nunggak pembayaran secara prosedur hukum yang berlaku.

“Sebelumnya kita tidak pernah melakukan tindakan premanisme dalam menagih debitur yang belum menunaikan kewajibannya. Mungkin peristiwa ini terjadi karena ketidak sabaran petugas kami di lapangan,” ujarnya.

Lanjut Edo, dalam Standard Operation Procedur (SOP) yang telah ditetapkan Andalan Finance untuk penanganan debitur yang mogok pembayaran yaitu dilakukan dengan cara melakukan pendekatan secara persuasif.

“Kita tanya ke debitur, alasan dia menunggak pembayaran itu karena faktor kesengajaan atau memang kondisi keuangannya yang kurang baik. Dari situ kami bisa mengambil suatu keputusan,” singkatnya.(angga)