Polisi Bekuk 9 Tersangka Sindikat Pencurian Terbesar di Nabire

oleh -
satreskrim polres nabire
Kapolres Nabire, AKBP Sonny M Nugroho T, SIK, yang didampingi Kabag Ops Kompol Samuel D. Tatiratu, SIK, Kasat Reskrim AKP Dionisius VDP Helan, Kaur Bin Ops Sat Reskrim Ipda H. Suparmin, S.Hi. saat konferensi pers di halaman Satreskrim Polres Nabire, Rabu (22/04/20) Siang.

NASIONALNEWS.ID, NABIRE – Polres Nabire berhasil mengungkap sindikat pencurian berskala besar. Hal itu diungkapkan Kapolres Nabire, AKBP Sonny M Nugroho T saat menggelar di halaman Satreskrim Polres Nabire, Rabu (22/04/20) Siang.

Konferensi Pers Satuan Reserse Kriminal Polres Nabire tentang Pengungkapan Kasus Pencurian, dihadiri Kabag Ops, Kompol Samuel D Tatiratu, Kasat Reskrim AKP Dionisius V D P Helan, Kaur Bin Ops Sat Reskrim Ipda H Suparmin dan para Kanit Reskrim serta personil Sat Reskrim.

Dalam konferensi pers, Kapolres Nabire, Sonny M. Nugroho T, membacakan waktu dan tempat kejadian perkara oleh para tersangka pencurian yang dilakukan oleh para tersangka ini melakukan Pencurian sejak bulan Juni 2019 hingga bulan Maret 2020.

“Para tersangka melakukan Pencurian dalam wilayah hukum Kabupaten Nabire dari Distrik Makimi s/d Distrik Yaur dan Distrik Makimi s/d Distrik Siriwo,” kata Sonny.

Menurutnya, modus para tersangka ini melakukan secara random atau acak dengan cara mobile dengan menggunakan kendaraan roda 4, memantau atau menggambar situasi di sekitar TKP.

“Para tersangka melakukan aksi pencurian dengan cara pertama melakukan pemantauan dengan menggunakan mobil terhadap kendaraan bermotor yang diparkir di pinggir jalan ataupun yang di parkir di depan rumah dalam keadaan sepi dan tidak terpantau oleh pemiliknya serta tidak terkunci stang, kemudian para tersangka memarkirkan mobil dan kemudian mendorong kendaraan tersebut ke tempat sepi kemudian diangkat kedalam mobil dan dibawa ke rumah salah satu tersangka MFK,” tutur Sonny

Kapolres menambahkan, para pelaku melakukan aksi pencurian dengan cara melakukan pemantauan pada malam hari dengan berjalan kaki di sekitar rumah warga di pinggir pantai dan melakukan aksi pencurian berupa Motor Jonson yang sedang simpan di pinggir rumah warga.

“Dalam keadaan sepi, para tersangka membawa dengan cara dipikul hingga ke tempat dimana mobil diparkirkan dan diangkut dengan menggunakan mobil dan dibawa ke rumah salah satu tersangka yaitu MFK,” pungkasnya.

Img 20200423 Wa0003

Ditempat yang sama, Kasat Reskrim Dionisius V D P Helan menjelaskan, bahwa untuk melakukan penyelidikan atau pengungkapan kasus yang dilakukan para tersangka, pada hari Senin tanggal 16 Maret 2020 sekitar pukul 04.30 Wit dini hari.

“Warga Kelurahan Bumi Wonorejo mengamankan 4 orang tersangka pencurian 1 Amplifire di Musholah Baitturohim Bumi Wonorejo,” ujar Dionisius.

Kasat reskrim menerangkan, setelah dilakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap keempat tersangka MFK, FE, RMA dan JM, ditemukan masih ada tersangka lainnya. Kemudian Anggota Satreskrim Polres Nabire melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap beberapa tersangka yang lain yaitu, AB, ATM, MT, ZA dan IH.

“Anggota kami melakukan pemeriksaan dan pengembangan kasus tersebut sehingga ditemukan barang bukti dari hasil curian yang dilakukan oleh para tersangka dan barang bukti tersebut sudah diamankan. Sementara itu, masih ada empat orang tersangka masih dalam pencarian orang (DPO) yakni BY, YB, AD dan MS,” ungkap Kasat Reskrim.

Adapun barang bukti yang diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Nabire, berupa :

1. 1 unit mobil Avanza warna silver yang digunakan untuk melakukan pencurian.
2. 17 Unit Sepeda motor.
3. 5 Unit Motor Jonson 15PK.
4. 3 unit motor Jonson 40 PK.
5. 1 unit mesin cuci
6. 2 unit mesin babat
7.1 unit mesin Chansaw
8. 1 unit Amplifier
9. 2 unit Laptop
10. 1 unit Compresor
11. 1 unit TV
12. 53 karton keramik
13. 49 lembar seng
14. 2 unit gerobak
15. 2 unit mesin katinting
16. 1 unit Diesel
17. 3 unit Genset
18. 1 unit Alkon
19. 2 unit Solar sell

“Pasal 363 ayat (2) Jo Pasal 362 KUHP. Barang Siapa Mengambil Barang Sesuatu Yang Seluruhnya Atau Sebagian Kepunyaan Orang Lain Dengan Maksud Untuk Dimiliki Secara Melawan Hukum Yang Dilakukan Pada Malam hari Dan Lebih Dari 2 Orang Dengan Ancaman Hukuman Paling Lama 9 tahun,” terang Kasat Reskrim. (YERI TARIMA).